Corona, Cina dan Amerika

Oleh: Iyyas Subiakto

 

Belum lagi reda perasaan kita di obok-obok banjir Jakarta dan proyek Monas yg luar biasa, kita dibuat jantungan oleh virus Corona yg bermukim di Wuhan, Cina.

Penduduk kota yg bejumlah 11 jt itu sampai di karantina tak bisa kemana-mana, isu kejangkitan merebak di seantero dunia, rame-rame seluruh negara memulangkan warganya dgn segala cara. Indonesia tak ketinggalan gesitnya, 248 warganya di jemput, yg menjemput pakai pakaian astronot, tapi yg di jemput dibiarkan berpakaian biasa, singgah di Batam mau di isolasi di Natuna, sempat geger karena wabub nya yg disinformasi ketakutan bak mau kiamat, dia menolak daerahnya dijadikan tempat singgah saudaranya yg hanya akan di pastikan sehat-sehat saja, dan hal itu butuh 14 hari utk memastikannya.

 

Apa itu corona, apa bedanya dgn Mers, Ebola, dan sejenisnya, kemana virus itu sekarang, dimana matinya, siapa yg mematikannya, vaksin apa obatnya, siapa yg memproduksi vaksin atau virus itu sendiri.

Singapura, Canada dan bbrp negara khabarnya ada jg yg terdampak, apa Amrika juga kena?. Kenapa kok kita gak melihat baju astronot dipakai mereka, Singapura misalnya, apa saya yg tak melihatnya. 

Masyarakat dunia biasanya heboh soal datangnya virus, sepertinya puluhan virus sdh hadir dalam 10 thn terakhir, tapi bak badai dimusim hujan, dia hilang sendiri tanpa penjelasan yg pasti, bahkan HIV sdh tak seheboh awalnya, apa juga sudah mulai reda atau di redakan sesuai waktu dan targetnya.

Spekulasi, analisa, kira-kira, tebak-tebakan, semua hadir bersamaan dgn hadirnya Corona, yg membuat heboh sekarang virusnya bekerjasama dgn hoaks, ada hoaks politik, hoaks rasis, hoaks bisnis sampai hoaks agama. Corona dijadikan kenderaan. Hoaks politik menumpang utk menyudutkan lawan, Hoaks rasis menghantam Cina, Hoaks bisnis memghantam harga saham, Hoaks agama katanya azab yg sdg datang, semua berbaur dan berkembang sesuai kepentingan, yg awam yg jadi sasaran, sampai wabub Natuna kena paranoid Corona.

Analisa yg lebih global dan masuk diakal, bahwa Corona adalah belasteran antara Amerika dan Cina, output dari perang dagang yg sempat tegang dan akhirnya mereda, atau pengalihan kekalahan Amerika gak mempan gertak Iran, kita dibuat lupa jazirah Arab yg semula di bekap, sekarang mulai bisa menguap, walau disana sini masih banyak kepulan asap.

Banyak spekulasi bahwa Amerika melepas senjata biologi, atau Cina yg di tuduh senjata biologinya bocor, tapi yg pasti sebentar lagi ada klaim bhw vaksin sudah ditemukan, dan saat itulah produsennya meraup milyaran dollar karena sekaya apapun, sebahagia apapun, sekuat apapun, manusia pasti takut mati, shg manakala ada isu mematikan dan ada obat yg memyembuhkan, pasti di beli berapapun harganya. Disinilah kita sebut ada harga utk tidak mati.

Jadi Corona itu apa, iya dia tetap virus yg hadir atau di hadirkan, jangankan kepada manusia computer yg gak ada darahnya saja di serang virus, dari mana virusnya, ya dari pabrik yg membuat produknya. Terus kita harus bagaimana, ya harus tetap waspada, jangan minum kencing onta nanti malah kena virus corona pangkat lima. Makan yg banyak, minum vitamin, jangan capek, khususnya capek hati, karena bisa kena sirosis hati, ntar Coronanya reda, hatinya yg luka.

Kita gak usah panik, santai saja, mau pakai masker silakan, mau pakai cadar ya pilihan, yg penting jangan cingkrang pikiran, karena bisa membuat Corona jd kepikiran padahal Wuhan hanya jadi proyek adu kekuatan antara Cina dan Amerika, ntar juga reda. Taruhan 1000 %, mau Cina, Amerika, Rusia, pasti takut mati semua, dan isu nya gak pakai lama takut ntar ketahuan rekayasanya.

COBA CEK PABRIK MASKER SIAPA YANG PUNYA.

 

(Sumber: Facebook Iyyas Subiakto)

Tuesday, February 4, 2020 - 08:30
Kategori Rubrik: