Contoh Komen Atau Kritik yang Pantas

ilustrasi
Oleh : Agung Wibawanto
Komen-komen seperti ini yang akan memunculkan respon keras. Komen pak Din yang waton dan jelas-jelas tidak merepresentasi masyarakat sipil di Indonesia umumnya. Komen yang hanya mewakili sekelompok kaum intoleran.
Bagaimana dia tidak dianggap Islam radikal? Waktu ultah HTI dia juga hadir bahkan berpidato menyatakan pro khilafah (cek sendiri videonya). Komentar seperti ini klo dikerasin, trus baper, ngadu ke presiden dianiaya dipersekusi.
Yang satu lagi justru main fisik (mengarah ke isi kepala). Jika bicara ke bung Fadli Zon atau Said Didu mungkin sah saja karena se level (sama gak ada isinya). Tapi yang dituju secara eksplisit adalah Presiden Jokowi.
Presiden RI simbol negara. Jika ia merendahkan presiden maka ia juga merendahkan kecerdasan rakyat yang memilih Jokowi. Pastinya ia merendahkan Indonesia sebagai sebuah bangsa.
Eta terangkanlah, ini kritik atau mengolok serta merendahkan harkat dan martabat Presiden RI? Jika didiamkan maka ia anggap gpp hate speech. Besok-besok ia lebih berani lagi dengan memaki, misalnya. Bagaimana jika kita serahkan saja ke Divisi Humas Polri untuk ditindaklanjuti?
Setidaknya harus diklarifikasi maksudnya apa dan tidakkah bisa memilih diksi yang lebih baik, seperti "pikiran" atau "pendapat" dsb? Saya curiga ia gak lulus dalam matpel Bahasa Indonesia. Coba katakan itu ke bapakmu sendiri Rung, kira-kira seperti apa responnya?
Buat para "baperes", silahkan rumuskan sendiri seperti apa kritik yang direspon positif dan mana yang direspon negatif oleh publik. Sudah terlalu banyak contoh kasus, jadi jangan banyak alasan. Buat Bu Susi, ada komen buat Gerung? Speak up louder!
Komen seperti itu kalau didiamkan lama-lama bisa tuman. Mereka yang intoleran maupun yang suka berbicara kasar. Seperti gak pernah makan bangku sekolahan saja. Pastinya Gerung sudah lama alone bahkan lama-lama jadi lonely. Memang fakta kok, mau bilang apa? (Awib)
Sumber : Status Facebook Agung Wibawanto
Wednesday, February 24, 2021 - 08:45
Kategori Rubrik: