Cognitive Dissonance

ilustrasi

Oleh : Nana Padmosputro

Bahas parenting, aman....
Banyak yang sharing pengalamannya, berbagi ilmu. Banyak juga yang tanya-tanya. Kadang kujawab, kadang sudah dijawab sesama kawan. Suasananya adem, damai, saling support.

Bahas cinta, juga aman...
Banyak yang curhat di wall, banyak juga yang langsung ke messanger berbagi pilu dan derita.

Bahas resep, sami mawon : aman juga....
Sebagian menyertakan hasil recooknya. Sebagian memberi kritik dan masukan bumbu agar lebih enak.... Suasana asik, saling ngajari dan belajar.

....... Giliran bahas LGBT... buseeet...!
Riuh...! Hahahahahaha

Teman-teman (yang biasa ikut diskusi di akun ini) umumnya mudah bersinergi. Rupanya mereka juga PUNYA PENGETAHUAN ILMIAH, soal ini... dan sudah terbiasa berhadapan dengan hal-hal baru. Maka, sikapnya positif saja. Nyaman terhadap informasi baru.

Tapi, entah dari mana tetiba datang rombongan akun tak jelas. Sebagian sungguh-sungguh akun palsu, yang jumlah pertemanannya cuma 67, 102, atau kisaran itulah. Dan wallnya tidak terlihat ada postingan.

Mereka memaki-maki.

Kenal kagak, punya ilmunya kagak.... tapi kenceng bener protesnya. Lha piye to iki..? Hasil riset dan temuan ilmiah yang sahih kok dibantah.... Dibantah TANPA data atau riset tandingan pula...!

Aku cek akun-akun itu...
Ealah... ternyata anak muda. Kebanyakan pekerja migran. Pahlawan devisa kita. Tapi kok over react begitu ya..?

Sebagian, pendukung PKS dan penganut bumi datar. Ah ini aku sudah tak heran lah. Hahahahaa

********

Aku lalu ingat sebuah fenomena, namanya #COGNITIVE_DISSONANCE (alias Kekacauan Proses Berpikir)

Ini adalah sebuah konflik mental yang terjadi, ketika seseorang mendapati INFORMASI BARU yang bertentangan dengan keyakinannya.

Di dalam otak manusia, ada bagian yang tugasnya memproses emosi. Nah emosi ini bisa bangkit, mengganas, kalau identitas pribadi (atau gengsinya) terganggu.

Terganggu oleh apa?
Ya oleh informasi baru yang dianggap sebagai ancaman terhadap keyakinan.

Memang gak enak sih, kalau kamu menemukan dirimu ternyata kecele.... kamu kira selama ini kamu sudah benar... eeee ternyata salah...! Ada riset dan bukti ilmiahnya pula..! Iiih nggak terima...!

Jika Cognitive Dissonance ini terjadi, otak manusia tersebut akan ‘padam’ lantas MENOLAK semua BUKTI-BUKTI ILMIAH atau argumen rasional.
—- Pokoknya, informasi baru apapun, meskipun itu sahih dan ilmiah... akan ditolak jika bertentangan dengan keyakinan dan pengetahuan yang selama ini dipegang oleh individu tersebut sebagai ‘kebenaran’

Jadi, kita semua, yang bergerak di bidang pendidikan dan edukasi, nggak usah kaget kalau ketemu dengan reaksi denial yang luar biasa dari orang-orang semacam ini.

Mereka, hanya BELUM TERBIASA bongkar pasang isi kepala, dengan berbagai pengetahuan baru.

Ini biasa dialami oleh orang-orang yang memang tidak banyak membaca... atau tidak banyak berpikir mendalam dan merenung.... atau tidak biasa mengambil hikmah.

Namun kebanyakan, dialami oleh orang yang sudah dicuci otak... dan dibuat percaya bahwa INFORMASI YANG DIPEROLEH dari kelompoknya, adalah yang PALING BENAR.

Sayang sekali sebenernya... jika ada manusia yang hidup di tengah teknologi komunikasi sebegini canggih.... tapi tidak memanfaatkannya untuk CEK & RICEK ajaran guru atau pembimbing kelompoknya dan membandingkannya dengan ilmu pengetahuan yang terus berkembang.

*****

Kita bisa menyuapkan makanan ke mulut anak, tapi kita tidak bisa membuatnya mengunyah.

Kita bisa menyodorkan informasi dan menjelaskan ke seseorang dewasa, tapi kita tidak bisa memaksanya berpikir.

Dan aku, cuma bisa membayangkan masa depan mereka jika mereka berkeras mempertahankan hal-hal yang sudah usang, ditelan fakta-fakta ilmiah baru...

Well... masa depan kita semua ada di tangan masing-masing kan..?

Mungkin kita memang perlu membiarkan sebagian masyarakat berjalan menuju masa depan yang penuh tantangan, dengan menutup mata dan telinganya.

Semoga mereka tidak terjerembab... terjegal oleh kakinya sendiri, kelak.

Sumber : Status facebook Nana Padmosaputro

Tuesday, June 30, 2020 - 11:15
Kategori Rubrik: