Ciri Agamis

ilustrasi

Oleh : Buyung Kaneka Waluya

Agamis..., dipahami sebagai sikap manusia yang (terlihat) menonjol sekali perilakunya sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya.

Dalam kehidupannya sehari-hari..., tergambar juga kerajinannya dalam beribadah formal.

Kalangan agamis sangat menjaga perilaku..., perbuatan..., ucapan..., dan penampilannya..., supaya sesuai dan tidak menyimpang dengan ajaran agamanya.

Banyak juga yang ucapan dan penampilannya mengikuti tradisi budaya dalam agamanya..., sehingga walaupun hanya sekilas saja...; orang lain akan dapat melihat/mengetahui jalan keagamaannya.

Sebagian besar kalangan agamis menganggap..., bahwa agama adalah perwujudan dari Tuhan dan perintah-perintahNya.

Oleh karena itu..., mereka akan melakukan apa saja untuk "memuliakan" agamanya..., dan menyelaraskan dirinya dengan agamanya.

Kerajinan beribadah..., dijadikan standar kesalehan.

Tetapi sayangnya..., ada sebagian dari kalangan agamis ini yang hanya mengedepankan sisi formal peribadatan saja..., dan menganggap keimanan hanya terkait dengan kerajinan beribadah formal dan pemenuhan kewajiban agama yang formal.

Sebagian dari mereka tidak menjaga "kesucian" perbuatan-perbuatan mereka..., karena menganggap bahwa semua perbuatan jeleknya akan dapat "ditebus"..., dapat "dicuci", dengan "pahala" dari kerajinan beribadah serta pemenuhan kewajiban formal ubadahnya.

Mereka tidak menjaga "kebersihan"..., hidupnya kotor dengan perbuatan-perbuatan "haram".

Isi perutnya hasil dari perbuatan-perbuatan haram..., demikian juga sandang-nya barang-barang panas dan haram.

Religius...; dipahami sebagai sikap perilaku manusia yang tidak menonjolkan perilaku agamis dan peribadatan formal.

Tetapi dalam kehidupannya sehari-hari mereka memegang teguh kepercayaannya..., dan menjaga kesucian perbuatan sesuai dengan kepercayaan yang mereka anut.

Kalangan religius memandang..., bahwa agama..., ibadah..., kepercayaan..., dan juga akhlak...; adalah masalah hati..., bathin..., yang semuanya tidak harus selalu tercermin dalam peribadatan formal dan perbuatan-perbuatan yang kelihatan mata.

Mereka menganggap...; bahwa manusia tidak dinilai hanya dari amal atau ibadahnya saja..., tetapi juga dari akhlaknya dan dari pribadinya yang mulia.

Karena itu..., ibadah mereka tidak semua tercermin dalam peribadatan dan kepercayaan formal.

Kehidupan spiritual religius mereka didasari pada kepercayaan ketuhanan dan nilai-nilai budi pekerti..., yang semuanya menyatu di dalam hati menjadi kepercayaan yang bersifat pribadi.

Jadi..., kehidupan spiritual seseorang itu bermacam-macam...:

Sebagian orang..., lebih cenderung mengedepankan kehidupan yang agamis.

- Sebagian lagi..., lebih cenderung mengedepankan kehidupan yang tidak agamis..., tetapi mereka religius.

- Sebagian lainnya membina kehidupan yang agamis..., sekaligus religius.

- Sebagian lainnya tidak mementingkan urusan agama dan religi..., tetapi lebih mengedepankan kepentingan duniawinya.

- Sebagian lainnya tidak mementingkan urusan agama dan religi..., hidup dengan prinsip hidupnya sendiri.

- Sebagian lainnya tidak mau mengedepankan sikap percaya kepada Tuhan..., juga tidak mau berketuhanan..., lebih mengedepankan kehidupan yang rasional dan mengedepankan kemampuan manusia sendiri dalam hidupnya.

- Sebagian lainnya berperilaku munafik..., sok suci..., sok agamis..., sok religius..., padahal sebenarnya mereka tidak suci..., tidak agamis..., dan juga tidak religius.

Rahayu

Sumber : Status Facebook Buyung Kaneka Waluya

Wednesday, July 8, 2020 - 09:15
Kategori Rubrik: