Cinta Rasulullah untuk Si Kerdil Julaibib

Ilustrasi

Oleh : Awan Kurniawan

Suatu hari, seorang laki-laki dari Anshar datang menawarkan putrinya yang janda kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam agar beliau menikahinya. Nabi bersabda kepadanya, "Ya. Wahai fulan! Nikahkan aku dengan putrimu."

"Ya, dan sungguh itu suatu kenikmatan, wahai Rasulullah," jawab laki laki Anshar tersebut.

Namun Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda kepadanya, "Sesungguhnya aku tidak menginginkannya untuk diriku.”

"Lalu, untuk siapa?" tanyanya.
Beliau menjawab, "Untuk Julaibib."
Ia terperanjat, “Julaibib, wahai Rasulullah?!! Biarkan aku meminta pendapat ibunya."

Laki-laki itu pun pulang kepada istrinya seraya berkata, "Sesungguhnya Rasulullah shalallahu alaihi wassalam melamar putrimu."

Dia menjawab, "Ya, dan itu suatu kenikmatan, menjadi istri Rasulullah!"

Dia berkata lagi, "Sesungguhnya beliau tidak menginginkannya untuk diri beliau."

"Lalu, untuk siapa?" istrinya bertanya.

"Beliau menginginkannya untuk Julaibib," jawabnya.

Dia berkata, "Aku siap memberikan leherku untuk Julaibib. Tidak, Demi Allah! Aku tidak akan menikahkan putriku dengan Julaibib. Padahal, kita telah menolak lamaran si fulan dan si fulan."

Sang bapak pun sedih karena hal itu, dan ketika hendak beranjak menuju Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, tiba-tiba putrinya itu berteriak memanggil ayahnya dari kamarnya, "Siapa yang melamarku kepada kalian?" "Rasulullah shallallahu alaihi wasallam," jawab keduanya.

Dia berkata, "Apakah kalian akan menolak perintah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam? Bawa aku menuju beliau. Sungguh, beliau tidak akan menyia-nyiakanku,"

Sang bapak pun pergi menemui Nabi, seraya berkata, "Wahai Rasulullah, terserah Anda. Nikahkanlah putriku dengan Julaibib."

Nabi shallallahu alaihi wasallam pun menikahkannya dengan Julaibib, serta mendoakannya, "Ya Allah! Limpahkan kepada keduanya kebaikan, dan jangan jadikan kehidupan mereka susah."

Tidak lama setelah pernikahannya, Julaibib pun ikut dalam sebuah peperangan bersama Rasulullah shalallahu alaihi wassalam. Setelah peperangan usai, dan para sahabat mulai saling mencari korban peperangan satu sama lain. Nabi bertanya kepada mereka, "Apakah kalian kehilangan seseorang?"

Mereka menjawab, "Kami kehilangan fulan dan fulan."

Kemudian beliau bertanya lagi, "Apakah kalian kehilangan seseorang?"

Mereka menjawab, "Kami kehilangan si fulan dan si fulan."

Kemudian beliau bertanya lagi, "Apakah kalian kehilangan seseorang?"

Mereka menjawab, "Kami kehilangan fulan dan fulan."

Beliau bersabda, "Akan tetapi aku kehilangan Julaibib.”

Mereka pun mencari dan memeriksanya di antara orang-orang yang terbunuh. Tetapi mereka tidak menemukannya di arena pertempuran. Terakhir, mereka menemukannya di sebuah tempat yang tidak jauh, di sisi tujuh orang dari orang-orang musyrik. Dia telah membunuh mereka, kemudian mereka membunuhnya.

Nabi shallallahu alaihi wasallam berdiri memandangi mayatnya, lalu berkata, "Dia membunuh tujuh orang lalu mereka membunuhnya. Dia membunuh tujuh orang lalu mereka membunuhnya. Dia dari golonganku dan aku dari golongannya."

Lalu Rasulullah shalallahu alaihi wassalam menggendong mayat Julaibib di atas kedua lengannya dan memerintahkan mereka agar menggali tanah untuk menguburnya.

Sumber : Status Facebook Awan Kurniawan

Friday, January 19, 2018 - 15:45
Kategori Rubrik: