Cinta Itu Menyelamatkan

ilustrasi

Oleh : Herry Tjahjono

"Kita 250 orang dibawa ke gereja, diungsikan, diselamatkan. Orang Padang, Jawa, Makassar dimasukkan ke gereja. Yang menyelamatkan asli orang Wamena. Mereka juga yang menjaga serta mengawal kami sepanjang hari itu," ungkap Mus, mengisahkan bagaimana orang asli Papua justru menyelematkan mereka.

Berikut kisah lainnya, seperti dituturkan Edison dengan aksi heroiknya :

“Begitu kejadian berlangsung, kurang lebih 200-an orang datang mencari perlindungan di rumah saya,” katanya.

Sebagai manusia, lanjut Edison, dirinya bersama delapan rekan lain yang juga orang asli Papua, melakukan perlindungan terhadap ratusan warga perantauan.

“Massa sudah datang untuk berusaha melakukan penyerangan. Namun, saya bersama delapan rekan lain memberikan perlindungan kepada ratusan warga perantauan, sehingga niat mereka melakukan tindakan anarkistis, diurungkan,” kata dia.

Banyak kisah cuplikan aksi heroisme penuh cinta yang terjadi selama kerusuhan Wamena.

Semua terjadi karena ada rasa kemanusiaan, karena adanya rasa cinta sesama manusia, karena adanya cinta sesama warga negara. Cinta dan kemanusiaan itulah yang melahirkan banyak kisah heroisme menggetarkan, yang layak dicatat dalam kitab langit.

Sesungguhnya kita satu dan saling mencintai, seperti kita mencintai Indonesia, kita juga mencintai Papua.

Cinta itu menyelamatkan...

Sumber : Status Facebook Herry Tjahjono

Thursday, October 3, 2019 - 10:15
Kategori Rubrik: