Cilipari English Program

Oleh:  Bekti Susilo

Beberapa orang mungkin sudah familiar dgn Cilipari. Tapi belum tentu paham dgn Cilipari English Program. Hanya orang Solo Raya atau lebih tepatnya Solo Banyuanyar yang sepertinya lebih paham Cilipari English Program.

Ya betul..! Cilipari English Program merupakan Program Pengabdian seorang anak presiden Gibran Rakabuming Raka untuk memberikan pelatihan gratis kursus bahasa Inggris bagi anak-anak SD, SMP dan SMA se Solo Raya. Program ini diampu oleh Mas Jo alias Pak Johanes eks guru privat bahasa Inggris pak Jokowi.

 

Cilipari English Program disetting berdiri di tiap-tiap Kabupaten se-Solo Raya. Meliputi Kodya Solo, Kab. Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Boyolali dan Klaten.

Di awal berdirinya, Cilipari English Program memanfaatkan para voluntir-sukarelawan di Solo Raya. Voluntir disebar untuk mencari tempat-tempat atau rumah-rumah penduduk di seluruh Kab. Kodya Solo Raya. Tempat atau rumah ini disewa oleh mas Gibran untuk tempat-tempat kursus bahasa English. Tak ketinggalan dgn pengadaan dan perekrutan para Guru Les Privatnya.

Persyaratan tempat/rumah yang digunakan untuk kursus tidak boleh milik ASN, TNI-Polri, Aparat Desa, Pejabat Negara (Hakim-Jaksa), Pengacara, Anggota Dewan dan Simpatisan Parpol. Bahkan rumah seorang pensiunan ASN dan Kyai-Ustadz, Pendeta serta anggota LSM pun tdk diperbolehkan. Semua harus bebas dari kepentingan politik praktis dan pencitraan lainnya. 

Adapun rumah dan tempat yang disarankan yaitu rumah para petani, pedagang, pekerja lepas bahkan rumah pemulung asal memenuhi syarat bisa digunakan. Dan, uniknya tempat-tempat / rumah ini yang menyeleksi langsung oleh pak Jokowi. 

Penulis merupakan salah satu voluntir yg pernah terlibat melakukan pendataan dan survey tempat/rumah tsb. Banyak rumah dan tempat yg sebenarnya sangat layak tapi karena ada hubungannya dgn ASN dan kepentingan lain terpaksa ditolak. Bahkan saat survey banyak warga masyarakat yg mempersilahkan rumah pribadinya untuk tempat kursus. Tidak perlu disewa dan gratis selamanya. Tapi karena milik seorang Kyai dan anggota LSM akhirnya ditolak juga. Itulah kehati-hatian Pak Jokowi dan puteranya Gibran Rakabuming Raka. Tidak Aji Mumpung memanfaatkan jabatannya demi sebuah pencitraan diri. Semua dibuat bebas kepentingan dan muatan politik.

Adapun Cilipari English Program sendiri diprogram untuk mendialekkan Bahasa Inggris dgn Kultur Lokal, yaitu dialeknya orang Jawa. Cilipari English Program tidak disetting pakai dialek Anglo Saxon-USA ataupun model British. Bahasa Inggrisnya unik, yaitu bahasa Inggris dialeknya orang Jawa. Dan, itulah dialek bahasa Inggrisnya pak Jokowi. Dialek Inggris Kejawen.

Dus bisa dipaham cuitan Wasekjend Partai Demokrat Jensen Sitindaon yang mengolok-olok bahasa Inggrisnya Presiden tak lebih baik dari bahasa Inggrisnya si Almyra puteri AHY. Atau dgn kata lain bahasa Inggrisnyq Almyra puteri AHY lbh baik dari bahasa Inggris Presiden Jokowi.

Cuitan orang seperti ini hakekatnya hanya cuitan orang yang berlagak sok tahu tapi juga sok gak paham dan cenderung sombong. Orang yang tak paham arah dan philosofi hidup. Dipikirnya kalau sudah bisa cas cis cus berbahasa Inggris persis Native Speakernya sdh hebat. Padahal dia adalah manusia-manusia korban kehilangan jati diri. Manusia yg telah meleburkan diri dgn unsur asing, sehingga selalu membangga-bangga orang asing.

 

(Sumber: Facebook Bekti Susilo)

Friday, May 8, 2020 - 09:00
Kategori Rubrik: