Cilacap Membara karena BTP

Oleh: Wahyu Sutono

 

Karena ini ranah pribadi, dan bukan urusan penulis, maka masalah Poppy, Sandra, utang di karaoke, dan lain sebagainya biarlah para netizen saja yang menguliti tuanku presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) Arie Gumelar yang juga aktivis 212.

Yang penting bahwa Basuki Tjahaja Purnama (BTP) harus tetap maju untuk ikut bersih-bersih BUMN. Untuk itu pemerintah maupun BUMN tidak khawatir dengan manuver dari FSPPB, karena semua sudah jelas aturan mainnya. BTP jelas dilindungi undang-undang (UU) seperti yang sudah beberapa kali penulis uraikan sebelumnya.

 

Karenanya pula Arie dan konco-konconya tidak perlu diajak bicara apapun, termasuk rencana mereka akan melakukan unjuk rasa dan mogok kerja bila BTP masuk, karena itu pun sudah diatur dalam UU Ketenagakerjaan. Pertama, bahwa dalam UU tersebut, tidak ada satu pun pasal yang mengatur serikat pekerja dapat menolak seseorang menjadi pejabat BUMN.

Kedua. Bila FSPPB ngotot menolak, lalu akan unjuk rasa dan mogok kerja, maka pihak perusahaan berhak menyatakan bahwa itu ilegal dan dapat memberikan sanksi, karena tidak melalui mekanisme perselisihan hubungan Industrial tripartit.

Dan oleh karenanya perusahaan berhak pula untuk tidak membayar upah mereka, karena sesuai UU, mereka dianggap telah mangkir dan mengundurkan diri, lalu pihak perusahaan dapat mencabut akses mereka sebagai pekerja di BUMN yang dalam hal ini di Pertamina.

Pertamina tidak perlu risau kehilangan pekerja seperti mereka yang lebih mementingkan kelompoknya, ketimbang kemajuan BUMN yang dampaknya nanti pada peningkatan kesejahteraan seluruh karyawan, selain menambah devisa negara. 

Di luaran sana masih banyak putra putri bangsa yang siap menggantikan mereka dengan kualitas mental dan kinerja yang jauh lebih baik, karena kecintaannya pada NKRI, dus bukan pada kelompok kepentingan tertentu.

Sedangkan urusan di Cilacap yang sedang membara, itu hanya bumbu agar masyarakat makin paham bahwa yang berlabel agama itu tidak serta merta mewakili sebuah kebenaran, tapi boleh jadi mewakili kepentingan. Oleh karena itu, ini hal kecil, jadi yang menangani pun cukup polisi kecil saja.

Mohon sabar.. ini ujian..

 

(Sumber: Facebook Wahyu Sutono)

Monday, November 18, 2019 - 09:45
Kategori Rubrik: