Cherry Picking, Lebih Jahat dari Hoax

Oleh: Aldie Al Kaezzar

 

Gaji dokter lebih kecil dari kang parkir? Ada. Ini fakta, jangan dibantah. Gaji dokter lebih besar dari kang parkir? Banyak. Ini jg fakta dan ga bisa dibantah.

Kalau kang parkir di pusat keramaian kota dibandingkan dengan dokter yg baru lulus, kerja di daerah, dokternya memang bisa kalah.

 

 
 

Kalau kang parkir dan dokter yg baru lulus sama2 di pelosok, jauh dari keramaian, kang parkirnya yang terancam kalah.

Kalau dokter senior dan kang parkirnya sama2 di kota besar? Ini kang parkir yg kemungkinan kalah.

Kalau dokter senior spesialis di RS swasta elit dibandingkan dengan kang parkir di desa, ya pasti wassalam bedanya.

Itulah kerennya politisi, kadang mereka pintar memenggal fakta, mereka bisa pilih mana yg sesuai, mana yg tidak. Mereka bisa sesatkan jalan pikir masyarakat dengan cara ini. Namanya cherry picking.

Apa itu cherry picking? Yaitu jenis kesalahan berpikir yg cuma mengambil data/fakta yg mendukung opininya saja, sisanya diabaikan.

Jadi kalau ada yg bilang dokter lebih kecil gajinya dibanding kang parkir, itu betul, bukan hoax. Tapi itu berlaku di kondisi tertentu, bukan secara umum. Ini fakta yg disembunyikan.

Karena kang parkir yg beruntung bisa dapat "lahan basah" di pusat keramaian itu "bisa dihitung sebelah tangan" alias lebih sedikit jika dibandingkan seluruh kang parkir di suatu daerah.

Inilah yg lebih jahat dari hoax, yaitu memotong, memenggal atau melintir fakta. Disebut lebih jahat karena teknik ini menggunakan (potongan) fakta untuk memanipulasi keadaan umum yg sebenarnya.

Karena yg digunakan adalah (potongan) fakta, maka orang cenderung mudah percaya dan tentu lebih sulit dalam melawannya. Sementara melawan hoax, kasarnya, cukup tunjukkan 1 fakta yg terkait, maka runtuhlah semua kebohongan tersebut.

Jadilah netizen yg cerdas agar tidak mudah dibohongi pakai gaji, selang, apalagi 7 kontainer.

 
(Sumber: Facebook Aldie Al Kaezzar)
Tuesday, January 15, 2019 - 20:30
Kategori Rubrik: