Chaplin Pantang Surut

ilustrasi
Oleh : Budhius Ma'ruf
Chaplin diam2 kumpulkan banyak ahli hukum untuk menyiapkan pembelaan pada Anus, yg valid bersalah melanggar protokol kesehatan. Jika Anus lolos dan bebas dari sangkaan ini, maka skor berubah lagi 3-1 untuk keunggulan Chaplin.
Gerombolan lonte menunggu sinyal terakhir dari Chaplin, dan sambil menunggu, drama bandar para lonte sedang sakit karena kecapean, dimainkan sementara...
Bagi Chaplin, Anus tersangka adalah mimpi buruk. Markas para lonte dan bandar lonte menjadi tak berkuku jika Anus kehilangan trah kuasa.. Karena itu, Anus harus lolos.
Anus masuk perangkap jitu Panembahan Merapi, yakni nyata melanggar protokol kesehatan, Chaplin merepet panjang atas kelengahannya itu. Mengutus pakar hukum untuk berceloteh di depan kamera tv membela Anus tdk bersalah, sedikit melegakan hati Chaplin. Anus akhirnya dilepas malam harinya, dan memberi senyum penuh makna buat Chaplin..
Mengorbankan, dua jenderal hulubalang kota sebagai lalai,, adalah bukti adanya kelalaian dan pembiaraan yg dilakukan Anus sebagai kepala daerah.. Akankah Panembahan Merapi membiarkan pengorbanan dua jenderal hulubalang kota itu sia2 belaka? Bebasnya Anus untuk seterusnya, akan memberikan bukti nanti bahwa pengorbanan dua jenderal dicopot mendadak itu, sia-sia..
Panembahan Merapi sedang peras otak untuk melumat Chaplin untuk selamanya.. Banyak usulan dari wong cilik ke Panembahan, agar markas para lonte di area Pertempuran itu, dibredel segera, dan organisasi ke lonteaan mereka, yg selama ini bikin onar, dibekukan, dan dinyatakan terlarang, dengan bukti2 pelanggaran hukum yg segudang. Panembahan Merapi cukup manggut2 dgn usulan tsb..
Pemberedelan markas para lonte diyakini wong cilik, akan melemahkan daya dobrak Chaplin membangun drama2 kolosal yg merusak tatanan..
Panembahan Merapi baru sadar, segelintir warga keturunan Arab ini, memang ingin menjadi kan Indonesia sbg Arab Spring baru di kawasan regional.. "... Jancuuuuk tenan Iki.. Mereka orang2 jahat ternyata.. .", batin Panembahan..
"Hmmmm....musti tak pateni iki.. wong keturunan Arab iku kenthir kabeh.. Doboool.."...
Panembahan Merapi meracau gak karuan.. Wajah Chaplin yg lugu polos tua bangka, serta wajah2 genk Arab nya Anus dkk bersiliweran susul menyusul, dlm letupan dongkol Panembahan Merapi. Ada rasa ragu dlm diri Panembahan, untuk melibas mereka.. Takut..?
Bisa iyaa.. bisa tidak..
Panembahan, duduk bersila sejenak di ruang semedinya.. Menyerahkan diri pada Gusti Allah, untuk diberikan tuntunan dan bimbingan..
"Apakah Jenderal Kumis itu bisa kuandalkan setia dan loyal...??
Jenderal Hendro, baiknya kumasukin ke kabinet, menggantikan Jenderal Fahrul, yg tidak tegas.."
...... bersambung...
Sumber : Status Facebook Budhius Ma'ruff
Thursday, November 26, 2020 - 08:45
Kategori Rubrik: