Cermat Memilih Ustadz

Ilustrasi

Oleh : Chitra Retna

Kemenag mengeluarkan list 200 ustadz yang direkomendasikan negara. List ini menarik. Didalamnya ada signal-signal pertarungan “selera” ber-Islam.

Saya sendiri bersyukur ustadz-ustadz literalis kaku sempit tidak masuk kesini. Di level personal, memilih ustadz yang mau digugu itu bebas. Bebas sebebas-bebasnya. Beberapa ulama panutan saya juga gak masuk kok di list ini. Tapi di level publik, negara memang harus membuat benchmark atas dasar apa yang disebut “public virtue”, kesepakatan tentang “kebaikan umum”. Dan definisi kebaikan umum dalam list ini menyiratkan: jangan cari ustadz yang keras-keras ya, yang kaku, Islam yang mau kita dorong di Indonesia adalah Islam gaya nusantara yang ramah, inklusif, toleran, fleksibel, yang kuat di pengayaan kontekstual bukannya literalis. Pilihan “direkomendasikan” juga baik, bukan peraturan atau sertifikasi, karena tidak mengatur dan meng-enforce, tapi cukup menunjukkan garis public virtue yang diusung pemerintah.

Pendapat teman saya ahli kriminalitas yang saya amini: pemerintah ketimbang kasih duit 800 M ke BNPT dan bikin badan ini itu, sebaiknya pemerintah konsentrasi mendorong pemuka agama tampil aktif mengisi void yang ada selama ini. Membawa counter narrative. Karena merebut pemikiran itu musti pelan-pelan.

List ini juga menarik karena kasih message: beda standpoint politik (dengan pemerintah) itu biasa, sehat, harus malahan sebagai penyeimbang dalam demokrasi. Asal jangan masuk garis radikal. Itu sebabnya ada nama seperti Aa Gym dan Hidayat Nur Wahid dalam daftar ini. Tapi tak ada nama Felix Siauw dan juga Ustadz Abdul Somad.

Pertarungan berikutnya adalah media TV. Mau gak TV mengikuti alur public virtue ini atau tetap keukeuh mengikuti alur “rating”, menampilkan ustadz2 seleb yang populer tapi ilmunya, atau karakter “bijaknya”, diragukan. Mari dorong demand masyarakat terhadap TV2 ini.

Satu hal yang jelas, menteri Luqman ini selaluu menjadi menteri favorit saya. Lewati badai apapun, beliau teruji cara menavigasinya dengan baik dan cerdik. (Setara satu lagi pejabat favorit saya sekarang, pak Kapolri, bisa jelasin masalah terorisme tanpa teks dengan runut kritis komprehensif begituuu, banget2 ciri orang yang bacaannya dalam).

Mari rebut pemikiran. Islam yang moderat.

Kemenag Rilis Nama 200 Mubalig Terekomendasi

Sumber : Status Facebook Chitra Retna

Saturday, May 19, 2018 - 12:45
Kategori Rubrik: