Cerita Tentang Copet 19

ilustrasi

Oleh : Arif B Santoso

Sejak seminggu lalu seorang sahabat FB ku intens berkomunikasi. Awalnya lewat messenger, kemudian telepon dan chat. Bercerita tentang rentetan kejadian yang menimpanya.

Salah satu teman kantornya dikabarkan positif tertular wabah. Ia dan beberapa teman kantornya diminta RT. Hasilnya hanya disebut reaktif. Ia sendiri merasa sehat dan baik-baik saja.

Penasaran, dan atas saranku ia melakukan test mandiri di lab swasta di kotanya. Hasil lab swasta yang menggunakan metode ELISA menyatakan ada sedikit sekali virus. Dan tidak spesifik C19.

Beberapa hari lalu ia swab. Sampai 2 kali. Hanya dikabarkan positif. Tanpa penjelasan apapun. Kata kepala puskesmasnya itu rahasia kedinasan. Karena yang meminta memang kepala dinas instansi tempat ia bekerja.

Sore tadi, sahabatku telpon. Bilang kalau ia harus mengikuti program isolasi di salah satu RS yang ditunjuk Pemerintah Daerahnya.

Sebagai ASN pendukung program pemerintah, ia munta istrinya juga diisolasi, “Wong saya sering makan sepiring berdua”.

Anehnya, kepala puskesmas menolaknya. Dinas kesehatan kabupaten menolak juga. “Yang harus isolasi cuma sampeyan!”.

Akhirnya sahabatku minta kelonggaran waktu, “Saya mau ke mertua dulu. Titip anak-anak dan istri. Malam nanti saya berangkat sendiri ke lokasi isolasi”. Lalu ia mengajak anak dan istrinya ke rumah mertua. Pamitan, salaman.

Sekarang sahabatku sedang dalam perjalanan ke lokasi isolasi. Naik motor sendirian, bawa ransel yang berisi pakaian ganti.

Apa yang salah dari semua ini?

Disclaimer:
Peristiwa ini terjadi di salah satu Kabupaten besar di Jawa Timur.
Semua bukti dokumen hasil test yang didapat ku simpan rapi.
Dan ditulis atas ijin yang bersangkutan.

Update:
Akhirnya sahabatku dapat juga hasil RTnya.
Ternyata antibodi spesifik sudah terbentuk.
Tanpa gejala apapun.
Sesungguhnya ia sudah jadi orang merdeka.

Selamat kawan!
Sehat, Selamat dan Tenteram untuk Panjenengan sekeluarga.

Update 2:
Itu foto hasil RTnya. Yang nomer 160

Sumber : Status Facebook Arif B Santoso

Saturday, October 17, 2020 - 12:45
Kategori Rubrik: