Ceramah Teduh Itu Disukai Umat

ilustrasi
Oleh : Budi Santoso Purwokartiko
 
Dua hari terawih di desa di dua mesjid yang berbeda. Satu di kampung lain dekat rumah saudara dan satu lagi, mesjid dekat rumah. Usai sholat diminta untuk mengisi ceramah. Aduh...
 
Merenung beberapa saat, topik apa yang cocok. Sejenak...ok ketemu.
Mungkin beda dengan topik-topik yang biasa disampaikan di kedua mesjid.  Dalam satu ceramah dua ide pokok saya sampaikan: kerukunan dan kerja keras.
 
Maka saya mulai bercerita perjalanan ke Polandia baru-baru ini. Tentu dengan cara santai dan diselingi guyonan. Pokoknya orang tidak bosan tapi tetap dapat inti pesannya. Bagaimana saya banyak ketemu orang-orang baik yang selalu membantu neski mereka tidak mengenal saya sebelumnya. Nah di situlah saya sampaikan bahwa 'Sesungguhnya Tuhan menciptakan manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa untuk saling mengenal (Al Hujurat 13). Jadi kita tidak diciptakan untuk saling bermusuhan atau saling mencari perbedaan atau malah mengganggu. Tapi untuk saling mengenal, memahami dan bekerjasama. 
Dari situlah kebahagiaan hidup masyarakat bisa dicapai.
 
Pesan kedua Tuhan tidak merubah nasib suatu.kaum/bangsa kecuali kita merubah nasib kita sendiri. Ilustrasi perbedaan kemajuan Jerman dan Polandia adalah contoh yang bagus. Tempat yang sama dikelola bangsa yang berbeda, hasilnya juga sangat berbeda. Bangsa Jerman yang pekerja keras, disiplin dan kreatif mampu membuat wilayah Polandia maju. Namun orang Polandia sendiri tidak bisa mempertahankannya. 
Mirip nasib wilayah kami, yang jaman Belanda ada 7 pabrik gula. Tapi kini semua bangkrut. Dulu kita pemasok gula nomor 2 dunia, sekarang jauh dari posisi itu. Bangsa Belanda yang jujur, disiplin, kreatif dan kerja cerdas.mampu merubah nasib Hindia Belanda. Kita gagal menirunya selama puluhan tahun merdeka. Sering kita membangun sesuatu secara tidak serius. Sementara bangunan Belanda sudah ratusan tahun tetap kokoh. Di situlah suatu kaum msmpu merubah nasibnya lewat usaha keras, sungguh-sungguh, jujur dan disiplin.
 
Orang-orang di desa saya harus dibangkitkan semangatnya lewat kisah-kisah nyata jaman modern yang bisa mereka lihat dan.lebih up to date. Saya selingi.kisah-kisah pribadi di masa lalu tentang semangat belajar dan kerja keras.
 
Nggak nyangka saudara saya bilang "emak2 minta lain waktu saya disuruh ngisi ceramah lagi".
Di mesjid yang lain, salah satu takmir mesjid bilang "mas dua hari yang tersisa njenengan yang ngisi ceramah".
 
Oh my God. Saya pikir mereka tidak paham yang saya sampaikan. Ternyata tertarik juga. Semoga bermanfaat bagitu pesan saya dan jika ada klenta klentunipun atur, kula nyuwun pangapunten..
 
Sumber : Status Facebook Budi Santoso Purwokartiko
Monday, June 3, 2019 - 15:15
Kategori Rubrik: