CDC : Penularan Covid Mengarah pada Airbone

ilustrasi
Oleh : Muhammad Fajri Adda'i
 
COVID-19 sebagian besar menular:
- Antara orang yang melakukan kontak dekat satu sama lain (dalam jarak sekitar 6 kaki [2 meter]).
- Melalui tetesan pernapasan atau partikel kecil, seperti yang ada di aerosol, yang dihasilkan saat orang yang terinfeksi batuk, bersin, bernyanyi, berbicara, atau bernapas.
- Partikel-partikel ini dapat terhirup ke dalam hidung, mulut, saluran udara, dan paru-paru serta menyebabkan infeksi. Ini dianggap sebagai cara utama penyebaran virus.
- Tetesan juga bisa jatuh di permukaan dan benda dan berpindah melalui sentuhan. Seseorang bisa tertular COVID-19 dengan menyentuh permukaan atau benda yang tertular virus lalu menyentuh mulut, hidung, atau mata mereka sendiri.
- Penyebaran dari permukaan yang menyentuh belum dianggap sebagai cara utama penyebaran virus namun tetap dapat menularkan.
- Ada kemungkinan COVID-19 dapat menyebar melalui droplet dan partikel di udara yang terbentuk ketika seseorang yang terkena COVID-19 batuk, bersin, bernyanyi, berbicara, atau bernapas.
- Ada bukti yang berkembang bahwa droplet dan partikel di udara dapat tetap melayang di udara dan dihirup oleh orang lain, dan menempuh jarak lebih dari 6 kaki (misalnya, selama latihan paduan suara, di restoran, atau di kelas kebugaran). Secara umum, lingkungan dalam ruangan tanpa ventilasi yang baik meningkatkan risiko ini.
Sumber: CDC, 18 Sept. 2020
Info ini merupakan penegasan dari info-info sebelumnya dan sudah sering Saya kupas,
Untuk penjelasan lebih detail silahkan simak feed di bawah.
Semoga dapat dipahami
 
Sumber : Status Facebook Muhammad Fajri Adda'i
Thursday, September 24, 2020 - 09:15
Kategori Rubrik: