Cawapres Jokowi, Antitesis PKS

Ilustrasi

Oleh : Meilanie Buitenzorgy

Hasil Pilkada 2018 memberi petunjuk kriteria cawapres ideal Jokowi yang benar-benar bernilai-tambah maksimal. 1) Harus berasal dari kelompok Islam ; 2) Harus sangat populer; 3) Harus punya catatan karya nyata, kinerja jabatan publik dan track record positif. 4) Harus berasal dari kelompok antithesis PKS.

Kecuali Pilgub Sumatera Utara, hasil pilgub provinsi lain jelas mengindikasikan poin 2 dan 3. Rasionalitas pemilih semakin meningkat.

Poin 1 tak bisa ditawar. Jokowi representasi kelompok Nasionalis, maka wakilnya harus mewakili kelompok Islam. Kelompok Islam dengan massa grassroot terbesar. Kalau mau kempes, ya silakan saja pilih representasi kelompok lain.

Lalu kenapa poin 4 penting?

Berkaca dari hasil PilGub Jabar, pengalaman Dedi Mulyadi mengajarkan agar jangan coba-coba merekrut representasi kelompok 212-PKS untuk mendulang suara. Pasti gagal. Kelompok ini perilakunya mirip robot, sangat mudah dimobilisasi di last minute untuk mengerucutkan dukungan ke satu nama, siapa pun nama itu. Gak bakal ada manusia ribet dari kelompok ini yang cuma buat nyari petunjuk nyoblos aja sampai bela-belain mewawancara 5 orang PhD.

Dukungan 212-PKS sudah pasti akan mengerucut ke lawan Jokowi. Kecuali kalau Mardani memutuskan menjilat ludah yang sudah dilepeh Tante Neno. Which is impossible. 

Mau gak mau, Jokowi harus memilih cawapres representasi kelompok Islam antithesis 212-PKS. Kelompok yang tidak akan bisa digerogoti suaranya oleh kelompok 212-PKS, seperti suara pemilih Deddy Mizwar digerogoti team Asyik di Pilgub Jabar di last minute. Kelompok manakah itu?

Ya kelompok Islam-kultural alias NU. Yang makin hari makin tersakiti oleh ulah kader-kader/simpatisan PKS menghina ulama-ulamanya.

Lalu, siapa orangnya? Yang bisa diterima pendukung cak-Imin maupun GusDurian. Yang pasti bukan Cak Imin himself. Sosok ini masih bikin alergi sebagian GusDurian (selain personally buat gw sih... issssshhh... enggak banget!) Sementara Yai Said Aqil atau Romahurmuziy belum punya poin 3 dan tidak cukup poin 2.

Siapa dong yang punya lengkap optimal poin 1-4?

Satu nama:

Mahfud MD.

Mari kita tunggu sama-sama, akankah timses Jokowi cukup sensitif membaca tanda-tanda zaman? Akankah pula parpol koalisis legowo memberi tiket pada professional non-parpol?

Mari menghitung hari bersama tante Krisdayanti.

Sumber : Status Facebook Meilanie Buitenzorgy

Friday, July 13, 2018 - 20:45
Kategori Rubrik: