Catatan untuk Denny Siregar

Oleh: Erizeli Bandaro

 

Apa yang disampaikan oleh DS bukanlah bentuk agitasi yang menyudutkan 212 tapi lebih kepada bentuk pertanyaan “ untuk apa 212 itu diadakan”. Dia bertanya dalam konteks moral dan politik. Secara moral mengapa gerakan 212 tidak melakukan hal yang sama terhadap mereka korban bencana alam yang saat sekarang sedang melanda Jateng dan Bali. Secara politik , apakah mereka partai ? Siapa yang diwakili ? Kalau ormas, siapa yang diwakili.? Ini menurut saya pertanyaan cerdas. Karena ending semua pertanyaan itu dengan argumentasi atas adanya uang Rp 4 Miliar yang ditebar.

 

 

Jawaban dari semua narasumber khususnya dari FL, lebih kepada penguasaan panggung yang memang acara ILC itu di design untuk gerakan khilafah yang ada di balik 212. Padahal ustad Janda sudah jelas mempertanyakan tanggung jawab warga negara atas pelecehan bendera merah putih. Anehnya tidak ada wakil rakyat yang hadir ikut prihatin. Padahal mereka dibayar rakyat untuk mendidik rakyat melek politik dan memahami nilai nilai kebangsaan. Setidaknya acara ILC kemarin itu publik jadi tahu bahwa mereka para wakil rakyat itu tidak punya jiwa nasionalisme. Mereka tanpa risih mengabaikan simbol simbol negara yang semua tahu karana simbol itu jutaan orang mati untuk negeri ini.

Pembelaan terhadap “Apa salah membawa bendera Rasulullah dalam aksi? Sebelum itu di pertanyakan maka seharusnya jawab dulu pertanyaan Danny Siregar, untuk apa acara 212 itu? Apa targetnya ? Kalau itu hanya kumpul kumpul atau taaruf keagamaan ya silahkan. Tapi kalau politik praktis maka ikuti aturan dan UU bahwa hanya satu yang boleh dikibarkan yaitu Merah putih. Tentu tidak elok membenturkan alasan agama dengan konstitusi yang jelas jelas tidak ada korelasi nya. Apalagi menyudutkan orang yang tidak sependapat berarti tidak mencintai agamanya. Pemahaman orang mengikuti Pancasila dan menolak semua simbol selain Pancasila dasarnya sesuai dengan itjihad ulama. Ini sudah final dalam konsesus berdirinya NKRI.

Sebetulnya tidak ada keretakan antar umat karena sampai sekarang UUD dan falsafah Pancasila masih syah. Yang terkesan ada perseteruan karana ada segelintir orang masih sibuk onani politik maraih mimpinya dan dimanfaatkan oleh elite politik BOTOL untuk mencapai tujuan politik dengan cara pengecut dan licik.

 

(Sumber: Facebook Erizeli)

Thursday, December 7, 2017 - 19:15
Kategori Rubrik: