Catatan Tentang Ayah

Ilustrasi

Oleh : Riza Iqbal

Melihat foto2 menjelang prosesi pernikahan putrinya, Jokowi dan keluarga terlihat ikut sibuk terlibat dalam banyak hal, seperti dekorasi, menanak nasi dan lainnya. Apa sebuah pencitraan?

Bro, Jokowi memang seorang Presiden tapi beliau adalah ayah dari Kahiyang Ayu. Jika Jokowi mau, cukup dia mengangkat telunjuknya untuk memerintahkan orang untuk melakukan apa yg diinginkannya, dipastikan banyak yg mau. Baik terpaksa maupun ikhlas.

Pada saat itu, semua atribut Presiden beliau lepaskan demi menberikan yang terbaik bagi putrinya. Artinya tidak harus menjadi Presiden atau pejabat untuk menjadi ayah yg baik. Dengan ikut langsung memperhatikan segala sesuatu, beliau ingin menunjukan kepada putrinya, bahwa jabatan adalah sementara, menjadi ayah selamanya. Toh saat akad nikah yang diucapkan adalah bin Joko Widodo, bukan bin Presiden.

Untuk menilai sikap Jokowi terhadap keluarga itu mudah. Lihatlah bagaimana beliau mengajarkan anak2nya dalam kesederhanaan meski dalam kekuasaan. Bukan memanfaatkan jabatan untuk memberikan fasilitas demi kesenangan.

Memberikan yang terbaik juga tidak harus bermewah2. Selain itu mewah dan megah acara pernikahan sangatlah relatif penilaiannya. Bagi yg melaksanakan pesta pernikahan dikampung, mungkin pesta pernikahan Kahiyang tergolong mewah, tapi bagi putri seorang Presiden, pesta pernikahan ini tergolong sederhana. Diadakan di Gedung dan rumah milik pribadi, bukan di gedung mewah layaknya pejabat. Bahkan Jokowi sebagai Presiden, tidak meniru pendahulunya yang menggunakan Istana sebagai tempat acara pesta pernikahan putranya.

Untuk menekan biaya, nepotisme dilakukan untuk penyediaan catering. Padahal biasanya nepotisme dilakukan untuk berbagi proyek pemerintah untuk saudara atau kalangan dekat dalam mencari untung. Sangat bodoh bila ada yg mengatakan anak tertua Jokowi, Gibran, mendapat untung dari acara pernikahan kakaknya. Yang ada mungkin nombok.

Pesta pernikahan Kahiyang Ayu dan Bobby menjadi meriah bukan karena kemewahan tapi karena dinikmati seluruh kalangan. Bukan hanya karena hadirnya para pejabat dan petinggi negara, tapi rakyatpun ikut merasakan secara langsung pesta ini. Rakyat diberi tempat untuk hadir, bukan hanya sebagai penonton diluar pagar.

Jadi untuk para badut Senayan, cobalah menjadi ayah yg baik. Bukan ayah yg terkena penyakit nyinyirocholic terhadap putri orang lain, tapi membiarkan putri sendiri bebas seperti tak terkendali.

-TYVa-

Sumber : Status Facebook Riza Iqbal

Thursday, November 9, 2017 - 09:45
Kategori Rubrik: