Catatan Perjalanan ke Eropa & Revolusi Mental Orang Indonesia

Oleh: Iyyas Subiakto

 

Belanda, Belgia, Jerman, Swiss, standarnya masih sama. Kebersihan terjaga, hotel walau rata2 lebih kecil dari Indonesia, sarapan dgn menu diatas rata2. Hanya saja yg muslim jgn sekali2 makan sosis atau ham krn 99 % trbuat dari daging babi. Tidak ada porter hotel di eropa, semua barang diangkut sendiri, kecuali masuk bis krn ada sopir dgn tip €.2 per hari.

Begitu masuk Italia, semuanya berubah, rasa aman dan nyaman tdk lagi sama, orang2 kulit hitam afrika sbg imigran banyak berkeliaran di lapangan2 umum, ada yg berjualan cendera mata, minta2, dan maaf rata2 mereka ahli copet. Apa saja mrk ambil, uang, passport, dll.

 

 

Negara ibu kandung mafioso ini memang beda. Money changer tdk ada tarif, mereka tawar2an, dan kita bs di bantai. Sy mau tukar €.500 stlh sy bandingkan dgn teman di Jkt, bedanya Rp. 2 jt lbh rendah Italia. Hotel bintang 4 cm ngasi sarapan roti, telor rebus, kopi dab teh. Kotanya lbh kumuh dari lainnya. Dan ironisnya masuk Vatican lewat lorong bawah tanah bau pesing menyebar, sampah dimana2, dari mulai tangga sampai nyaris semua tempat.

Di public area tdk gampang dijumpai wc umum, kalau ada nyaris semua bayar dari mulai €.0,5 sampai €.2. Ini adalah wc umum termahal di dunia, kalau di kurs rupiah adlah Rp. 8.500 - 34.000 utk skali piss. Didalam makam paus atau gereja disana banyak copet orang2 gypsi, biasanya nyamar seperti keluarga, ada bpk, ibu dan anak, memakai kaca mata hitam dan sangat lihai mainnya.

Vatican setiap hari dikunjungi ribuan manusia dari seluruh dunia. Kata tour leader kami 80 % turis, 10 % penduduk roma, dan 10 % pencopet. Sarannya bhkn berdoa tdk usah tutup mata karena tas bisa raip seketika. Ya namanya usaha, mrk berdoa sambil bekerja, sayangnya nyopet kerjanya.

Dengan pswt Qatar km pulang dari Roma via Doha, perjalanan lbh kurang 14 jam dgn total route 2.800 km darat dan 25.000 km udara plg pergi membuat banyak hal utk dipelajari. Pagi ini kami sdh sarapan nasi padang stlh tdk jd makan makanan hotel amaris bandara krn piringnya basah tdk di lap, kuetiaw berkuah minyak goreng dan lantai tempat sarapan berserakan sampai tisue dgn bekas jejak sepatu dimana2. Sy berbisik ke istri saya, ini hidangan kita.

Check in di citilink bagasi kami lbh 2 kg, dua kali petugas menekankan bagasi lbh 2 kg dgn gestur minta tip, sy cuma ingatkan km ada hak utk cabin bag 28 kg 4 orang. Baru dia diam.

Dan sy bilang sekali lagi ke istri saya..kita sudah plg ke Indonesia. Jangankan servis mau di minta, melayani saja mereka tak rela. Kerja kayak terpaksa.

Revolusi mental hrs dilaksanakan agar bangsa ini siap menghadapi perubahan. JOKOWI harus dua priode. Yg mau ganti presiden dgn calon kawe dua nanti saja ya.

 

(Sumber: Facebook Iyyas Subiakto)

Monday, July 9, 2018 - 22:45
Kategori Rubrik: