Catatan Mantan Simpatisan HTI

Oleh: Jumrana Zainuddin Sukisman

 

Saya mengenal HTI baru saja, sekitar 13 tahun lalu. saya bilang baru saja karena saya lebih dulu mengenal partai keadilan (PK) saat masih kuliah S1. Saya menjadi simpatisan HTI selama 1 tahun itupun dikenalkan oleh teman Hasriani Amin.

Awalnya sy berpikir HTI bakal menjadi partai politik karena dalam berbagai kesempatan kegiatannya mereka selalu mengusung isu khilafah dgn mencela sistem demokrasi, baik di kampus, di kelompok sendiri maupun dlm berbagai kegiatan dakwah yg mereka lakukan. Setelah mencari tau, sy kemudian mengetahui bahwa HTI adalah sebuah ormas.

 

 

Apakah yg ingin dituju oleh HTI dgn berbagai kegiatannya? knp mrk tak mengumumkan diri sbg partai politik tp ormas? Tujuan mereka jelas ingin mendirikan negara khilafah, mengganti dasar dan bentuk negara republik Indonesia. Tapi mrk tak hendak melakukan dgn cara masuk dalam sistem perpolitikan dgn cara membentuk partai politik. Mereka ingin melakukannya dgn cara merebut kekuasaan dgn gerakan politik yg mengakar pada masyarakat/ ummat. Itulah sebabnya metode gerakan mereka adalah pengkaderan, cuci otak, kampanye melalui dakwah mengenai khilafah sembari mencela demokrasi dan pancasila.

Sasaran mereka kampus-kampus, renaja mesjid, majelis taklim dan forum-forum pengajian. saya pernah mengganti beberapa ustadzah yg memberi pengkajian di majelis taqlim d mesjid saya karena materi yg d sampaikan melalui slide ttg negara khilafah, perjuangan mewujudkan khilafah, keburukan negara sendiri dll. Padahal audiencenya ibu-ibu... tentu sj dgn audience semacam ini lebih baik membahas fiqh muslimah, fiqh rumah tangga dll.

Tahun lalu, saya dan suami jengkel setengah mati saat khatib shalat idul adha memberi ceramah dgn menjelek-jelekkan pemerintah dan menyebut pancasila thogut dan sesembahan. Ternyata khatibnya dr HTI. rupanya Kanwil Depag sdh kecolongan dgn memasukkan khatib tsb sbg penceramah.

Apakah khilafah jelek? tidak !!! tapi berniat, berusaha, dan berjuang utk mendirikan negara khilafah di dalam negara sah yg damai --- dimana hak2 setiap warganegara utk melaksanakan ibadah dilindungi, umat islam terjamin haknya dan tak didzalimi. pelaksanaan tata pemerintahan yg baik dan melindungi warganya. -----  merupakan tindakan yg keliru bahkan cenderung mendekati makar. Maka wajar bila HTI dibubarkan.

 

(Sumber: Facebook Jumrana ZS)

Wednesday, May 10, 2017 - 10:30
Kategori Rubrik: