Catatan Atas Ocehan Yahya Waloni

Oleh : Ahmad Tsauri

Yahya Waloni, imigran gelap dari agama Kristen. Disebut imigran gelap karena dia masuk Islam dari pintu yang salah, melalui pintu Wahabi.

Dari awal isi ceramahnya hanya hasutan kebencian, praduga, tuduhan, asumsi dan provokasi. Berikut catatan singkat atas ocehan Yahya Waloni.

Pertama dia mengatakan bahwa Islam tidak berdiri tegak atas dasar Ilmu. Tujuannya dia yang merasa tidak lebih pintar dari KH. Maruf dan TGB bisa leluasa mengkritiknya bahkan mencaci makinya. Jelas ucapan Waloni sangat keliru, umat Islam ini kacau balau, negara Arab hancur, karena mereka meninggalkan peradaban teks. Islam adalah agama teks, semua etika, teologi, jurisprudensi, adab, sosial humaniora, sosial politik, humaniora tercatat dalam teks.

Kedua, menuduh KH Maruf Amin, ambisi kekuasaan. Dengan cara penyampaian yang kasar, lancang dan tidak sopan. Dia menyebut Rais Am PBNU sebagai "sudah tua, sudah udzur, hampir mau mati". Pertanyaannya, darimana kesediaan KH Maruf Amin menjadi cawapres disebut ambisi?

Kenapa Prabowo yang juga hampir berusia 70 tahun, sudah 4 kali nyalon wapres dan presiden tidak dianggap lebih buruk dari apa yang dituduhkan ke KH Maruf Amin? Sandiaga Uno yang jelas-jelas memberi mahar 1 T tidak dituduh ambisi. Malah kedua pasangan calon itu dianggap paling Islami.

Ketiga, dia menyebut tuan Guru Bajang dengan sebutan Tuan Guru Bajingan. Ajaran Islam mana yang mengijinkan mengolok-ngolok nama besar seseorang apalagi dia ulama? Dan menganggapnya munafiq karena ia menjadi gubernur dari Partai Demokrat. Begini Pak Waloni, dipilih dan memilih itu hak Warga negara. Sudah diatur dalam Undang -undang. Masalahnya kenapa Anda dan kawan-kawan yang Anda sebut ustadz lurus boleh berpolitik dan TGB tidak.

Keempat, dia menyebut geng dan jamaahnya sebagai "ustadz-ustadz yang lurus dan umat yang jujur". Apa parameternya? Apa karena geng dan umat Anda membuat onar dimana-mana, memprovokasi, menghasut, memfitnah dan menhina Presiden? Itu ukurannya. Jika hanya segelintir orang disekeliling Anda yang dianggap lurus dan jujur, ribuan Kyai pesantren, kyai langgar musola, cendikiawan, inetelektual dan mayoritas dari 260 juta penduduk Indonesia yang tidak sepaham dengan deng Anda dan mendukung Presiden Jokowi Anda sebut Munafiq dan pendosa?

Kelima, Yahya Waloni menghina pribadi Megawati, menghina intelegensinya, menyebut Megawati dengan perempuan berdosa yang mengobrak ngabrik Indonesia. Ukurannya apa? Karena Megawati mencalonkan Pak Jokowi dan Pak Jokowi menjadi Presiden 2 periode? Begitu hinakah mencalonkan Pak Jokowi sampai dicap perempuan berdosa.

Jika mencalonkan Jokowi dengan segudang Prestasi, muslim taat, track record selama menjabat bersih dianggap hina? Lalu bagaimana Anda Pak Waloni yang mendukung Prabowo, capres gak jelas miskin Prestasi.

Keenam, dia menghina seluruh rakyat Indonesia. Dia menyebut di Indonesia yang pintar itu hanya sedikit. Bukan akademisi, tapi jenderal TNI Angkatan Darat. Ini penghinaan luar biasa. Ukuran pintar menurut Anda, pak Waloni, itu apa? Saya paham maksud Anda sebenarnya untuk mengangkat pecatan Jenderal miskin Prestasi, Prabowo, capres yang Anda dukung dengan cara terselubung. Dengan cara menghina seluruh rakyat Indonesia selain Jenderal dianggap tidak pintar untuk menggiring opini, Prabowo termasuk mantan Jenderal jadi dia pintar. Begitu?

Apa ukurannya menyebut hanya jenderal yang pintar? 32 tahun Soeharto memimpin selain korupsi apa? 10 tahun SBY memimpin apa hasilnya? Fakta menunjukan Jenderal TNI tidak lebih baik dalam memimpin Republik ini. Mungkin betul hebat dan terlatih dalam menjaga teritorial, tapi bukan superman yang menguasai semua bidang. Buktinya Gubernur Sumut yang jenderal itu juga tidak bisa berbuat apa-apa untuk PSSI.

Ketujuh, Yahya Waloni menuduh PKI sebagai biang kekacauan yang mengadu domba umat, faktanya biang kekacauan adalah HRS dan koleganya, termasuk Yahya Waloni, Felix Siaw, UAS dst. Komunis di dunia ini sudah punah. Karena terbukti gagal, seperti Uni Soviet dll.

Kedelapan, dia menyebut Ngabalin sebagai sampah masyarakat yang munafiq. Ukurannya apa? Memang begitu politisi. Dikubu Prabiwo juga banyak, Anies Baswedan, Sudriman said dll. Apa juga munafiq?

Kesembilan, Yahya Waloni menghina almarhum Nurkholis Madjid. Dia menyebut Nurkholis Madjid sudah di siksa dikubur (oleh Malaikat), tetap masuk surga setelah benjol-benjol. Orang ini lebih Maha Tahu dari Tuhan, sampai menilai sosok Cak Nur sejauh itu. Melampaui imajinasi manusia waras.

Kesepuluh, dia menyebut Banser-GP Ansor yang menentang seruan Somad dalam berbagai ceramahnya untuk mendakwahkan khilafah, sebagai "pemakan kotoran kafir yang suka ceramah dalam gereja". Jika Banser menjaga gereja Anda caci maki, kenapa Anda tidak pernah mengecam pemboman Gereja oleh kelompok Anda. Salah benar soal keyakinan agama hak masing-masing individu, kewajiban negara menjaga warga bangsa. Kenapa Anda boleh ibadah tenang di masjid, non muslim tidak boleh. Sebagai sesama pemilik saham kemerdekaan bangsa ini.

Kesebelas, Yahya Waloni menghina saudara sebangsa dari agama Kristen. Anda boleh berganti agama, tapi agama yang baru Anda anut tidak membenarkan bahkan melarang Anda mencaci maki sistem keyakinan agama lain. Itu perintah kitab suci umat Islam.

Dipesantren, selain santri wajib dibekali 12 disiplin ilmu, santri juga dalam waktu 1-20 tahun mempelajari ilmu secara bertahap. Agar kelak terbiasa menganalisa secara rasional.

Yahya Waloni adalah contoh mala praktek pengajaran islam ala Wahabi. Kita tidak menemukan Islam Rahmatan lil alamin dalam setiap ujaran orang ini. Setiap kalimat isinya provokasi.

Salah satu butir saja, dari 11 point inti ocehannya cukup menjebloskan Yahya Waloni kedalam hotel Prodeo, nyusul Jonru, Buni Yani, Tanjung dan ustadz lurus lainnya.

Cc:
Mabes TNI Divisi Humas Polri Divisi Humas Mabes Polri Sahabat Tuan Guru DR KH Zainul Majdi Megawati Soekarnoputri

Sumber : facebook Ahmad Tsauri

Tuesday, September 18, 2018 - 12:45
Kategori Rubrik: