Carut Marut PPDB DKI

Oleh: Dody Haryanto
Bagaimana rasanya bila anak anda berprestasi/dari kelas akselerasi (karena pintar), tapi tidak bisa diterima di sekolah negri karena faktor usia?
Bagaimana rasanya bila kondisi keuangan orang tua terbatas dan ingin anaknya sekolah di sekolah negri tapi tidak bisa karena faktor usia.
 
Bagaimana bila anak2 anda putus harapan, stress, frustrasi karena tidak diterima di sekolah negri idamannya? Mengurung diri terus. Bahkan ingin bunuh diri (sudah 4 orang tua yg mengadu ke komnas anak karena anaknya ingin bunuh diri).
Semua orang tua ingin yg terbaik untuk anaknya. Darah & keringat dikeluarkan untuk sang anak. Ada yg mati2an kasi les, membelikan peralatan lengkap untuk belajar di masa pandemi. Semua usaha ini gagal karena faktor usia.
Permendikbud no 44/2019, pasal 25. Pasal 25 ayat 1:
Memprioritaskan jarak tempat tinggal terdekat ke sekolah dalam wilayah zonasi yg ditetapkan.
Ayat 2: bila jarak tempat tinggal peserta didik sama, maka bisa menggunakan usia peserta didik yg lebih tua
Sebenarnya dalam permendikbud ini tidak dibahas prestasi, nilai dsb nya. Tapi bila memakai jarak tempat tinggal, itu sudah baik, karena bila jarak sekolah terlalu jauh, tentu melelahkan untuk si anak.
Nah..sekarang, prestasi, jarak tempat tinggal, tidak lagi berguna. Yg utama adalah usia. Ini yg menimbulkan kehebohan.
Ingat ya..ini hanya di DKI. Tidak terjadi di propinsi2 lain.
Terakhir karena di demo terus menerus, pemprov DKI mengambil kebijakan zona RW. Jumlah anak per kelas ditambah. Dari 36 jadi 40. Dan tambahan itu untuk zona RW. Atas usulan DPRD DKI, zona RW menjadi zona kelurahan.
Dari evaluasi DPRD DKI maka terlihat bahwa Juknis PPDB Dinas Pendidikan DKI no 501/11 Mei 2020 melanggar Permendikbud no 44/2019, khususnya pasal 25, 26, 28.
Harusnya Juknis ini di evaluasi dan dilaksanakan berdasarkan Permendikbud.
Di berita2 di tv, Mendikbud, mas Nadiem mau diskusi dengan Kepala Dinas Pendidikan DKI. Hasilnya gimana?
Eeh gubernurnya kemana sih? Sibuk urus reklamasi? Ngumpet?
Halaaahh...

(Sumber: Facebook Dody Haryanto)

Tags: 
Saturday, July 4, 2020 - 21:15
Kategori Rubrik: