Cara Penyelundupan yang Baik

Oleh: Sunardian Wirodono

 

Melihat cara penyelundupan di Garuda kemarin, sebenarnya ndesit. Nggak canggih banget. Kalau pun berkali-kali lolos, tanyakan pada Rini Suwandi, kenapa kiranya.

 

Kalau mau canggih, sebagaimana yang diceritakan sahabat kita yang tinggal di Provinsi Selatan China. Begini:

Imlek tahun lalu, mereka dibingungkan sebuah peti jenazah kiriman saudara sepupu mereka, yang tinggal di Amerika. 

Peti itu ternyata berisi jenazah nenek mereka, tampak sangat berhimpit di dalam peti. Serasa tak ada sisa ruang untuknya. Saat jenazah hendak dikeluarkan dari peti, ditemukan sebuah surat. Isinya sebagai berikut:

"Sepupuku yang terkasih. Bersama ini aku kirim tubuh nenek. Karena dia ingin dikremasi di Tung Shin, tanah leluhur kita. Maaf aku tidak bisa datang, karena gajiku sudah tidak bersisa lagi. Kalian akan menemukan di dalam peti, di bawah tubuh nenek, 12 kaleng Yohmeitsu, 10 kantong coklat Swiss! Dan beberapa kantong Chinatown Lap Cheong. Itu semua untuk kalian, dibagi rata, ya!

Di kaki nenek, kalian akan menemukan sepasang sepatu Nike Air (ukurannya 10) untuk Ah Cu. Juga ada 2 pasang sepatu untuk Ah Mei dan Ah Lien. Semoga ukurannya cocok.
Nenek memakai 6 buah T-Shirt CK (Calvin Klein). Ukurannya mungkin kebesaran untuk Ah Bak, tapi untuk para keponakan semoga tidak. Kalian pilih sendiri yang mana.

Dua buah celana jeans Armani yang nenek pakai, itu untuk anak-anak. Jam tangan Rolex yang selama ini Lee Ah Bai inginkan, ada di tangan kiri nenek. Untuk bibi Pei Pei, nenek mengenakan kalung, cincin, dan anting merk Tiffany, yang selama ini engkau inginkan. Itu semua untukmu. Juga ada 6 buah kaos kaki Polo, yang dipakai nenek, dibagi juga untuk para sepupu ya?

Jangan lupa, beritahu aku, apalagi yang kalian butuhkan. Karena kakek akhir-akhir ini juga memburuk kesehatannya. Aku dapat mengirimkan semua itu, saat kakek kita kelak juga kembali. Salam manis. Dari sepupumu di Amerika."

 

(Sumber: Facebook Sunardian W)

Sunday, December 8, 2019 - 22:00
Kategori Rubrik: