Cara Menyikapi Hadits Bagi Umat Muhammad

Ilustrasi

Oleh : Surya Hamidi

Mad, simak baik² ya.. Pelajaran ini gak perlu ke Maroko untuk mempelajarinya, cukup gunakan akal sbg institusi penimbang benar dan salah.

Mungkinkah terjadi seorang nabi bicara plin plan? Suatu ketika bicara A, lain ketika bicara B.?

Antara hadits "TARAQTU FIIKUM TSAQALAIN, KITABULLAH WA 'ITRATI AHLALBAYTI" dengan hadits, "TARAQTU FIIKUM AMRAIN, KITABULLAH WA SUNNATI" itu mana yg lebih kuat?

1. Jika anda jawab lebih kuat hadits 'ITRATI, berarti para sahabat telah melupakan dua pusaka yg ditinggalkan oleh nabi karena sepeninggal nabi mereka tidak mengikuti 'Ali sbg pemimpin 'itrah nabi.

2. Kalau anda jawab lebih kuat hadits SUNNATI, jelas itu bertentangan dengan kaidah yg benar dalam mustalahul hadits. Hadits yg bicara ttg 'ITRATI terdapat dalam Shahih Muslim, Musnad Ahmad dan Sunan Tirmidzi yg total haditsnya berjumlah 8 hadits, sedangkan hadits SUNNATI cuma ada di al-Muwatho dan Sunan Abu Dawuud.

3. Jika anda katakan keduanya tidak bertentangan, yakni harus dipadukan maknanya, itu artinya sunnah nabi itu adanya di 'Itrah nabi, dan itu akan kembali ke konsekwensi pada point ke-1.

Logika yg benar dalam memahami masalah diatas adalah, dua pusaka yg ditinggalkan nabi itu adalah APA dan SIAPA. Al-Qur'an sbg APA dan itrah nabi sbg SIAPA. Ada KONSEP dan ada PEMELIHARA KONSEP / PENJELAS KONSEP. Jika cuma APA (konsep) yg ditinggalkan maka akan terjadilah perselisihan yg tajam dalam memahami konsep tersebut. Persepsi si A terhadap konsep tentulah tidak sama dengan persepsi si B dalam memahami konsep. Itu baru untuk dua orang, belum untuk ratusan atau ribuan orang.

Jangan anda bawakan hadits 'ITRATI hanya untuk mengambil muka dari para habaib zaman sekarang tapi melupakan biangnya para habaib di zaman nabi.

Kami syi'ah yang kamu sesatkan meyakini yg ditinggalkan oleh nabi itu adalah al-Qur'an sebagai konsep dan 'itrah nabi sebagai pelaksana, pemelihara, penjelas dari konsep yg ditinggalkan.

Fahimtum??

Sumber : Status Facebook Surya Hamidi

Sunday, December 31, 2017 - 18:00
Kategori Rubrik: