Cara Menjawab Pertanyaan Pembenci Jokowi

Oleh : Teddy Gusnaidi

1. Apakah dengan menjelaskan secara detail berdasarkan bukti dan aturan hukum bisa membuat pendukung Prabowo beralih mendukung Jokowi? tentu saja tidak. Kalau ada paling cuma 1-2 orang. Tidak sebanding dengan energi dan waktu yg dikeluarkan. Sebenar apapun infonya tentu sia-sia.

2. Diluar sana masih banyak pemilih yg belum menentukan pilihan. Mereka adalah pihak yang membutuhkan penjelasan berdasarkan bukti dan aturan hukum terkait berbagai fitnah. Mereka inilah yang menjadi sasaran bagi kubu Jokowi, bukan untuk menyadarkan pendukung Prabowo.

3. Karena walau sudah dijelaskan berkali-kali, tetap saja pendukung Prabowo akan katakan hal yg sama seolah-olah belum dijelaskan. Jadi setelah dijelaskan, penjelasan itu lalu di sebarkan. Agar supaya pemilih yg belum menentukan pilihan bisa bedakan mana fitnah dan mana yg bukan.

4. Ketika para pihak menyebarkan fitnah ke Jokowi, pendukung Jokowi sibuk bertahan dengan mengklarifikasi fitnah, lupa menyerang. Dan memang itu tujuan mereka, agar pendukung Jokowi lupa menyerang dan dibuat sibuk membuat klarifikasi sana sini.

5. Mereka merasa sah & etis utk menyerang kubu jokowi. Tapi ketika kubu & pendukung Jokowi menyerang balik, mereka akan bilang, itu tidak etis & minta untuk berkampanye yg etis & manusiawi. Mereka mengatakan begitu agar kubu & pendukung Jokowi berhenti menyerang & hanya bertahan.

6. Mereka itu rapi, kalau diperintah utk bilang info ini basi, maka semua bilang basi. kalau diperintah utk bilang info ini fitnah, maka semua bilang ini fitnah. Mereka itu berjamaah menyebarkan satu isu & berjamaah menjawab satu isu, walaupun jawaban itu ngawur tapi berjamaah.

7. Yang tidak ada, mereka opinikan seolah-olah ada, agar Jokowi dianggap punya cela lalu mereka sebarkan secara berjamaah. Jadi jangan gak enak menyebarkan hal negatif lawan politik, toh yang disebarkan bukan fitnah, tapi fakta. Dan harus secara berjamaah juga menyebarkannya.

8. Sayangnya ada segelintir pendukung jokowi yang termakan omongan lawan politik, lalu mereka ingatkan sesama pendukung Jokowi untuk berlaku etis. Mereka lupa, ini bukan pengajian, ini perang. Perang melawan fitnah dan kelompok radikal.

9. Tentu pendukung Jokowi jangan menyerang dengan fitnah juga, karena tanpa harus membuat fitnah, Pendukung Jokowi bisa misalnya membuka rekam jejak Prabowo-sandiaga yang tidak ada positifnya. Apalagi mereka didukung kelompok anti Pancasila dan Prabowo tidak anti pada mereka.

10. Buka ke publik bahwa Prabowo sekolah diluar negeri karena bapaknya kabur ke luar negeri, takut hadapi persoalan hukum korupsi. Apakah itu fitnah? tidak.. Bapaknya Prabowo orang yang terlibat dalam pemberontakan PRRI. Apakah itu fitnah? tidak.. ada catatan sejarahnya.

11. Jadi jika ada fitnah soal Jokowi PKI dan orang tua Jokowi PKI, jangan hanya berhenti klarifikasi, tapi serang juga rekam jejak keluarga Prabowo. Bahwa ayah Prabowo diperiksa dugaan korupsi dan kabur ketika akan diperiksa. serang balik.. itu salah satu contoh tema serangan.

12. Mereka pasti bilang ini hoax walaupun yg dikatakan itu berdasarkan bukti. Mereka sudah diatur untuk bilang hoax, lalu melemparkan fitnah baru. Jangan debat, minta saja mereka buktikan fitnah itu dan serang lagi dengan fakta2 negatif Prabowo-sandiaga. Jangan hanya bertahan..

13. Mereka menyebarkan fitnah berulang-ulang setiap hari dan setiap saat. Maka jangan malu untuk menyebarkan bukti negatif Prabowo-sandiaga berulang-ulang. Kalau mereka katakan basi, jangan hiraukan, serang terus dengan data yang sama. Itu artinya mereka tidak punya jawaban lagi.

14. Kalau mereka bilang basi, becandain saja, lebih basi mana kejadian zaman firaun dengan rekam jejak Prabowo? artinya kalau ustadz menceritakan kejadian di zaman firaun untuk mengingatkan umat, pendukung Prabowo akan protes dan bilang, ah cerita basi! 

15. Modal kubu dan pendukung Prabowo itu tebal muka. Bahkan sampai mereka merasa hina dengan sikap mereka pun, mereka lakukan asal bisa dapatkan reaksi. Bahkan Sandiaga, saya yakin muntah membaca berita dia diangkat jadi ulama, tapi dia telan demi strategi..

16. Beda dgn pendukung Jokowi, yg masih memanusiakan diri mereka. Tentu saja pendukung Jokowi tdk harus menghinakan diri mereka, karena menyerang itu bukan berarti hina. Menyerang utk membuka sifat asli Prabowo-sandi, itu sah2 saja. Jgn sampai rakyat tertipu dgn polesan kampanye.

17. Saya masih ingat ucapan Jenderal AM. Hendropriyono dalam suatu kesempatan, yaitu “Pertahanan yg paling ampuh itu adalah menyerang!”. Maka serang terus Prabowo-sandiaga dgn membuka rekam jejak mereka yg memang sudah negatif. Gak perlu malu dibilang tidak etis, hoax atau basi.

18. Mereka intimidasi pendukung Jokowi untuk tidak berlaku seperti mereka. Ketika pendukung Jokowi berkelakuan seperti mereka, mereka bilang itu tindakan tidak etis. Padahal merekalah yg selama ini menyerang Jokowi dgn cara yang brutal dan sangat tidak etis. Mereka mendadak alim.

19. Makanya banyak yang heran, kenapa mereka selalu mempermasalahkan hal-hal yang kecil? Karena mereka butuh banyak hal untuk dilemparkan, agar pendukung jokowi sibuk menanggapi hal-hal kecil itu dan lupa menyerang rekam jejak Prabowo-sandiaga. Itu strategi mereka.

20. Saran saya, hal2 kecil dijadikan bahan jokes & fokus membuka rekam jejak Prabowo dan tentu saja prestasi Jokowi. Misalnya Prabowo itu anti Nasionalisme dan lebih pro ke asing. Prabowo itu membiarkan bangsa ini dirongrong oleh kelompok anti pancasila hanya demi suara pilpres.

21. Karena semua ucapan Prabowo-sandiaga hari ini, sangat bertentangan dengan rekam jejak mereka. Jadi sebarkan hal itu, jangan sampai rakyat tertipu dengan polesan kampanye.

Ingat.., pertahanan yang paling ampuh, adalah menyerang!

Terima kasih

 

Sumber : facebook Riza Iqbal

Wednesday, September 26, 2018 - 09:30
Kategori Rubrik: