Cara Memimpin Yang Berbeda Di DKI

ilustrasi
Oleh : Dahayu
 
Ahok itu Cina Tapir, tapi ntah kenapa dia menempatkan segala sesuatunya lebih pas. Motong hewan kurban diatur regulasinya biar lebih bersih dan teratur agar kuman2 tidak bertebaran. Ini sejalan dg kebersihan sebagian dari iman. 
 
Dia tidak respek pada ormas2 yg berjudul islami, tapi ngopeni marbot2 bahkan ngumrohin mereka. Dia membangun masjid dengan model betawi dan simbol Ahlussunnah yg moderat. 
 
Dia ngebubarin kalijodo dan membuatku bertanya tanya, berapa lama Imam jumbo dan organisasi anti maksiatnya bercokol di Jekardah, tapi Kalijodo yg bubarin justru Ahok?
Kurasa dalam situasi sekarang, Ahok juga akan melakukan sesuatu yg lebih masuk akal, mensupport aparat yg menjaga Ibukota dari pengrusakan. Setiap kepala daerah yg nalarnya ga kebalik tentu akan menindak tegas perusak kota, lha  Bu Risma aja nguamukkk gegara tamannya dibejek2 gerobak es krim.  
 
Kalopun ada yg dibantu, yang dibantu ya warga yg warung dan barang2nya dibakar dan dijarah, bukannya ngepel jalan, besuk2 perusuh, menggratiskan biaya pengobatannya, dan ikut nggotong kerandanya
 
Aku galon, ya... ya emang. Muak akutu
 
Sumber : Status Facebook Dahayu
Friday, May 24, 2019 - 10:00
Kategori Rubrik: