Cara Konter Serangan Hoax Kubu Prabowo

Ilustrasi

Oleh : Budi Setiawan

Sudah dipastikan tim Prabowo menggunakan taktik firehose of falsehood. Teknik jahat yang membombardir khalayak pengguna media sosial dengan berita-berita bohong melalui banyak saluran media sosial termasuk WA Group. Tujuannya adalah membuat kebohongan itu menjadi satu informasi yang dipercayai sebagai kebenaran. Teknik ini berhasil di Amerika dan Brasil dan kini dicoba di Indonesia. Bagaimana cara mengatasinya ?

Banyak artikel soal mengkonter semburan berita bohong yang bisa dilakukan di Indonesia, antara lain :

1. Jangan membantah berita bohong tanpa data. Bantah dengan verifikasi. Kasus bonyoknya Sandiwara Uno soal tempe ATM dan harga makanan yang lebih murah di Singapura ketimbang Indonesia adalah contoh terbaik. Langsung disajikan data, keok dia dan dia akan berbohong lagi.

2. Ketika ada yang bilang : Jokowi PKI. Maka konternya BUKAN begini : Ngawur lu, Dasar Kampret otaknya kebalik. TAPI begini : Berdasarkan data .. bla.. bla.. bla.. Jokowi itu Muslim sejati. Jadi cara mematahkan kampanye bohong Prabowo Sandiwara adalah afirmasi bukan penyangkalan tanpa data. Cara ini akan membuat orang yang kurang pengetahuan terhindar dari upaya penyebaran kebohongan.

3. Perlu dipahami, ketika ada berita hoax : Jokowi PKI, maka ada kelompok orang yang membenarkan dan juga ragu akan kebenaran berita ini. Yang kena berita hoax langsung marah. Ketika ada konter tanpa dasar dan cuma makian, maka reaksi yang percaya berita hoax itu adalah mereka akan makin mempercayai berita hoax itu. Lain halnya jika bantahan itu dilakukan dengan afirmasi atau penjelasan berdasarkan fakta. Mereka yang tadinya termakan berita hoax, belum sampai mabok sudah sadar lagi.

4. Dalam penyangkalan berdasarkan data, JANGAN SEKALI-KALI menyebut kata-kata kunci yang di pakai penyebar hoax. Misalnya ketika menjelaskan Jokowi adalah seorang Muslim untuk menyanggah berita hoax Jokowi PKI, jangan ada kata Jokowi bukan PKI tapi Muslim. Jangan ada satu kata PKI sedikitpun didalam bantahan tersebut. Jika ada kata PKI, maka penyangkalan itu akan ditangkap oleh pemakan hoax sebagai sebuah pembenaran tanpa dasar.

5. Para peneliti sepakat bahwa kalimat yang betul untuk menyangkal berita dengan menyajikan fakta adalah sebagai berikut :

Penyangkalan : Saya Bukan Muslim, kata Obama >>> pembenci Obama akan bilang dia bohong.

Afirmasi/ Menyajikan Fakta : Saya Kristen, kata Obama >> pembenci Obama tidak bisa bilang dia pura-pura karena penggunaan kalimat yang tepat.

6. Cara nomor 4 dilakukan RSCM menanggapi berita bohong yang disebarkan Prabowo soal penggunaan selang cuci darah 40 kali. Dalam press releasenya RSCM tidak menyebut nama Prabowo sama sekali. Tim dia terpaksa harus bilang Prabowo khilaf. Publik yang tadinya percaya kebohongan Prabowo akan bilang : Dasar penipu, bohong dan sebagainya. Ditambah dengan fakta negatif sekitar Prabowo bukan Hoax maka masyarakat akan menjauhi mereka.

7. Dalam membantah kampanye tipu-tipu Prabowo Sandiwara Uno, bisa dilakukan dengan merujuk pernyataan sumber-sumber yang kredibel, termasuk tokoh-tokoh terkenal.

8. Bantahan dengan menggunakan data yang kredibel akan membuat kubu penyebar kebohongan pontang panting mencari isu lain hingga mereka bakal makin ngawur dan ceroboh dalam berkampannye di Media sosial. Publik akan semakin yakin Prabowo Sandiwara Uno adalah pembual penyebar kebohongan.

9. Untuk mendukung perang lawan kampanye bohong, sebaiknya Tim Jokowi menyebarkan informasi soal keberhasilan yang telah dicapai, melakukan banyak afirmasi dan bantahan dengan data dengan menggunakan berbagai saluran media, baik media cetak, eletronik atau media sosial secara massif. Tiru cara kubu sebelah yang akan sangat membantu pendukungnya tidak sampai pontang panting berjuang menangkal hoax sendirian.

10. Harapannya, penyebar kebohongan akan bernasib seperti mobil di photo ini…

NB :
Yang mau serius baca cara konter kampanye jahat silahkan baca artikel ini : Defense Against the Dark Arts: Networked Propaganda and Counter-Propaganda
http://jonathanstray.com/networked-propaganda-and-counter-p…

Sumber : Status Facebook Budi Setiawan

Saturday, January 5, 2019 - 16:00
Kategori Rubrik: