Cara Komjen Tito Rangkul Senior

REDAKSIINDONESIA-Uji kepatutan dan kelayakan Komjen Tito Karnavian di Komisi III DPR berjalan mulus. 10 Fraksi sepakat jenderal bintang tiga itu menjadi Kapolri menggantikan Jenderal Badrodin Haiti.

Tito bisa dibilang melakukan lompatan luar biasa ketika dicalonkan Presiden Joko Widodo. Mantan Kapolda Metro dan Papua itu melangkahi lima angkatan di atasnya.

Sejak awal Badrodin sudah menegaskan jika nama Tito memang tak dibahas di Wanjakti, bukan karena kapasitas tetapi lebih pada regenerasi di Polri. Tak bisa dipungkiri jika karier Tito memang mengkilap, berulang kali dapat kenaikan pangkat luar biasa.

Dalam proses ini Badrodin berulang kali meyakinkan jika para jenderal senior bisa menerima dipimpin oleh juniornya. Selain itu, gaya kepemimpinan Tito yang luwes jadi poin lebih untuk merebut hati kakak-kakaknya.

Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Komjen Pol Dwi Priyatno dan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso menyambut baik keputusan Jokowi. Keduanya menilai Tito adalah sosok yang tepat memimpin Korps Bhayangkara.

Dukungan kepada Tito sepertinya memang mengalir deras. Saat berhadapan dengan para politikus Senayan, sejumlah kolega Tito di Korps baju cokelat ikut mendampingi.

Jenderal bintang tiga yang terlihat Kabaharkam Komjen Putut Eko Bayu Seno (Akpol 84). Lalu deretan jenderal bintang dua ada Kadiv Propam M Iriawan (Akpol 84), Kepala PTIK Irjen Rycko Amelza Dahniel (Akpol 88), Kapolda Sulteng Brigjen Rudy Supahriadi (Akpol 88).

Kemudian hadir juga Kapolda Metro Irjen Moechgiyarto (Akpol 86), Kakorlantas Irjen Agung Budi Maryoto (Akpol 87), Kapolda Sulsel Irjen Anton Charliyan (Akpol 84), Kapolda Sumsel Irjen Ihza Fadri (Akpol 85) serta Kadiv Humas Irjen Boy Rafli Amar (Akpol 88).

"Saya datang dengan didampingi sejumlah pejabat tinggi Mabes Polri. Mulai senior dan junior. Mulai dari angkatan 1981, 82, 83, 84, 85, 86, 87," kata Tito dalam fit and proper test calon Kapolri di Komisi III DPR, Jakarta, Kamis (23/6).

Tito mengakui ada perasaan tak nyaman jika dirinya memimpin para senior di Polri.

"Memang saya merasa enggak nyaman kalau saya memimpin senior, dan senior juga mungkin merasa enggak nyaman," kata.

Namun demikian, Komjen Tito menegaskan sebagai prajurit, para personel Polri harus siap melaksanakan perintah, termasuk perintah ditunjuk memimpin Polri. "Sebagai prajurit kami dididik melaksanakan perintah," tegasnya.

Komjen Tito mengatakan, yang terpenting adalah bagaimana membina hubungan baik dengan para senior. Dia juga mengatakan, para petinggi Polri memiliki cita-cita yang sama yakni memajukan Polri, membuat Polri dipercaya publik dan dibanggakan.

Dia mengaku akan menempatkan para seniornya itu di posisi jabatan secara objektif. Dia juga menegaskan hubungan antara junior dengan senior Polri selama ini baik.

"Di Polda Metro, Asrena, banyak senior, tapi hubungan kami kayak kakak adik. Demikian juga di BNPT, banyak senior tapi hubungan kami baik," tandasnya.(merdeka.com) ** (ak)

Friday, June 24, 2016 - 10:00
Kategori Rubrik: