Cara Cerdas Jend Mulyono "Menaklukkan" Ustadz Abdul Somad

Ilustrasi

Oleh : Budi Setiawan

Menghadirkan Somad ke Markas Besar TNI AD untuk bertausiyah adalah langkah jitu untuk menyekat radikalisme dan intoleran. Somad dibuat tak enak hati karena cara prajurit adalah menguasai bukit dengan pengorbanan apapun. Termasuk menyiapkan pasukan pengawal dari Bogor ke Mabes TNI AD yang jaraknya dari Istana cuma sejengkal. Dan Somad tidak kuasa mengelak.

Jelas dihadapan jemaah para prajurit, Somad tidak berani kotbah kopar kapir. Dia mengikuti pakem pendengarnya yang sangat cinta NKRI. Dan kotbahnya soal persatuan dan kesatuan menyebar kemana-mana serta banyak membuat sementara pihak kecewa.

Maunya mereka Somad menolak. Mengambil jarak dengan penguasa. Mereka marah junjungannya tidak masuk dalam daftar 200 mubaliq terekomendasi. Mereka ingin Somad berseberangan dan hawanya dipakai untuk menebarkan kebencian.

Mereka ingin Somad terus menerus "kencang". Seperti komentar Somad soal bom bunuh diri. Soal calon muslim dan non muslim di Pilkada laksana gulai kentang tapi dagingnya anjing. Atau semburan somad yang bilang minum seterbak masuk neraka.Sama nasibnya dengan mereka yang doyan drama Korea.

Langkah Jenderal Mulyono dipastikan akan menjadi pakem bagi institusi dan lembaga negara untuk meredam radikalisme dari sumber mulut utamanya.

Jenderal Mulyono puas. Tunai sebagian tugas bangsa. Dia bisa rangkul Somad untuk memuji NKRI sambil mengatakan dia tidak radikal kok.

Tidak diketahui bagaimana perasaan Somad soal ini. Namun pastinya Somad merasa terhormat dan tidak memperdulikan gerundelan kaum sumbu pendek yang marah dan bilang, " Yah...ikut dan tunduk sama penguasa juga akhirnya..."

Sementara dipanggung sana ada yang tepuk tangan sambil teriak keras, " Hehe.. kena juga dia akhirnya, cihuyy.." 

Sumber : Status Facebook Budi Setiawan

Saturday, June 9, 2018 - 16:00
Kategori Rubrik: