Capres Sombong dan Rasis Itu Merendahkan Orang Boyolali

Oleh: Ricky Apriansyah

Apakah Anda tahu bahwa sikap rasis itu sangat hina. Dan perbuatan rasis rasis itu melanggar hukum di Indonesia maupun di seluruh dunia? Apakah Anda tahu tentang Pasal 4 huruf b angka 2 Juncto Pasal 16 UU RI Nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan atau Pasal 156 KUHP.

Kenapa? Karena sikap rasis sangat besar kemungkinannya akan bermuara pada konflik. Tapi hebatnya di Indonesia justru salah satu Capres dan para pendukungnya sangat giat menggosok sentimen SARA, tak peduli bangsa bisa hancur karenanya.

 

 

 

Soal sikap rasis memang sudah menjadi tabiat gerombolan Capres yang satu ini. Bagaimana pendukungnya mau nggak bersikap rasis, kalau yang menjadi teladan adalah Capresnya sendiri. Seperti ditunjukkan pada saat kunjungan ke Boyolali, Jawa Tengah 30 OKtober 2018 lalu.

Persisnya Prabowo mengatakan, “Saya yakin kalian tidak pernah masuk hotel-hotel tersebut. Kalian kalau masuk mungkin diusir krena tampang kalian tidak tampang orang kaya. Tampang kalian ya tampang Boyolali ini.”

Prabowo ini lucu karena dia katanya mau membela wong cilik, tapi maah mengejek wong cilik. Memang orang seperti Prabowo ini tidak punya empati. Kalaupun punya, pantas diduga itu empati palsu karena kepentingan. 

Prabowo ini sudah kaya sejak bayi. ANak orang kaya. Makanya tidak bisa merasakan penderitaan rakyat, malah menjadikan rakyat bahan ejekan. Orang seperti Prabowo yang apa-apa serba dilayani, mau naik kuda dibopong orang segrambreng,  memang wajar kalau sombong. Dan kini dia terbuka kedoknya, katanya membela orang miskin tapi malah menghina rakyat miskin.  

Yang heran adalah sama pendukungnya. Bagaimana mungkin capres yang mengaku peduli rakyat miskin kalau biasa mengejek mereka. Demi kekuasaan, Prabowo berbusa-busa mengaku sebagai pembela rakyat. Tapi, Allah membuka kedoknya. Tanpa sadar, ia keseleo lidah ketika pidato dan menyinggung soal wajah orang Boyolali.

makin ketahuan bahwa  Prabowo ngomong bela rakyat itu hanya demi kekuasaan. Karena  kelakuannya sebenarnya sudah ditunjukkan, yaitu suka ngejek rakyat bahkan tak sungkan mengumbar sisi sensitif yaitu terkait dengan kedaerahan. 

Tidak heran sih lha wong ajarannya saja rampoklah orang yang sedang kebakaran. Jangankan hanya mengejek. Merampok saja dilakoni. Jadi kalau memang mau Indonesia bubar, pilihlah Prabowo.

Saturday, November 3, 2018 - 14:45
Kategori Rubrik: