Capaian Infrastruktur Dua Tahun Pemerintahan Jokowi

Oleh : Alif Kholifah

Tak terasa dua tahun Presiden Joko Widodo (Jokowi) berduet dengan Jusuf  Kalla(JK) memimpin negeri  tercinta ini.

Mengantikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Jokowi  di bebani dengan  banyak sekali  pekerjaan rumah, yang tidak mudah diselesaikan dalam lima tahun pemerintahannya Jokowi .

Jokowi tentunya menyadari hal beban berat tersebut, juga menyadari  harapan dari seluruh rakyat Indonesia yang menginginkan Indonesia di bawah kepemimpinan Jokowi-JK mengalami perubahan, kemajuan dan lebih baik lagi agar mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh  rakyat Indonesia.

Dengan Kabinet Kerja-nya, Jokowi mengusung Nawacita yang merupakan  konsep besar untuk memajukan Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian.  Sehingga untuk mengubah dan mewujudkannya, diperlukan kerja nyata tahap demi tahap, dimulai dengan pembangunan fondasi dan dilanjutkan dengan upaya percepatan di berbagai bidang.

Visi Pemerintahan Jokowi-JK telah dirumuskan dalam Nawacita, yang memiliki tiga ciri utama: Negara Hadir, Membangun dari Pinggiran, dan Revolusi Mental.

Mengulik Nawacita, menarik karena pada tahun kedua pemerintahannya,  Jokowi  memberikan  perhatian pada tiga focus utama tahun kedua . Yaitu ,  Pertama, Infrastruktur sebagai pengungkit utama produktivitas dan daya saing bangsa. Kedua,  Manusia sebagai subjek pembangunan. Ketiga, Kebijakan Deregulasi Ekonomi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, di tengah-tengah kelesuan ekonomi global.

Pertama, bidang Infrastruktur

Pada tahun kedua, masih melanjutkan tahun pertama,  infrastuktur menjadi  perhatian penting. Hal tersebut terlihat dari  besarnya alokasi anggaran untuk pembangunan infrastruktur .  Tahun  2105 alokasi anggaran sebesar Rp 290,3 triliun dan meningkat pada tahun 2016 menjadi   Rp 317,1 triliun . Pada tahun kedua ini(2016) diikuti berbagai langkah percepatan.

Keinginan  Jokowi untuk mempersatukan Indonesia dan mendorong  pertumbuhan ekonomi, maka pembangunan infrastruktur dilakukan secara komprehensif untuk menciptakan konektivitas nasional, sehingga diharapkan dapat mendorong efisiensi dan pertumbuhan ekonomi.

Pertama,  Fokus pada proyek bertema konektivitas dilakukan pada proyek darat, udara dan laut.

-Proyek Darat dilakukan dengan  Pengembangan sistem transportasi umum terintegrasi, Peningkatan kapasitas jalan, pelebaran, dan tol. Serta pembangunan monorail dan rel kereta api baru. Dampak dari proyek tersebut adalah  biaya transportasi dan logistik menjadi lebih murah

-Proyek  Laut dengan Pembangunan dryport, Revitalisasi pelabuhan laut, Pembangunan jalur transportasi air. Dampak yang dirasakan  dengan proyek laut tersebut adalah pertukaran barang dan jasa menjadi lebih efisien.

Sementara itu proyek Udara dengan Pembangunan bandara utama khusus barang, Pembangunan bandara utama untuk ekonomi. Dampaknya  produk-produk nasional lebih bersaing dengan asing.

Selain itu ratusan proyek sedang dibangun untuk mengurangi ketimpangan ekonomi antara Jawa dan luar Jawa,khususnya infrastruktur transportasi di darat, laut, dan udara.

Ketersediaan infrastruktur akan mengurangi ketimpangan ekonomi yang terjadi antara Jawa dan luar Jawa maka dirancang  101 proyek yang bertema konektivitas. Yaitu  13 proyek  pelabuhan, 17 proyek bandara, 19 proyek Kereta Api,  dan 52 proyek  jalan tol.

Kedua, melakukan  berbagai langkah percepatan dilakukan dengan

-Menerbitkan PERPRES No 75 tahun 2014 tentangtentang  Percepatan  Penyediaan  Infrastruktur  Prioritasditerbitkan untuk membentuk KPPIP.

-Memberikan penugasan kepada BUMN dalam pembangunan Tol Trans Sumatera, LRT Sumatera Selatan, dan LRT Jabodebek

-Membiayai sebagian seksi jalan tol, namun memberikan hak pengelolaan seluruh ruas jalan tol

kepada  kontraktor  pembangun  seksi  lainnya  dalam rangka meningkatkan  investasi kontraktor

-Menerbitkan PERPRES No 3 tahun 2016, tentang tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional yang berisi  225  proyek infrastruktur  dan 1  program ketenagalistrikan (35.000 MW)

-Mengembangkan Skema KPBU di proyek Palapa Ring, Kilang Minyak Bontang, dan Tol SerangPanimbang

Ketiga,  mempercepat  pelaksanaan proyek strategis .

Pada tahun 2016, sejumlah proyek strategis yang umumnya berlokasi di luar Jawa, telah menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan berkat langkah-langkah akselerasi. Proyek tersebut adalah  Light Rail Transit (LRT), PLTU Batang, pelabuhan patimban, Terminal Kalibaru, Jalan Tol Serang- Panimbang, SPAM Umbulan, Revitalisasi Bandara, Palapa Ring Broadband. (bersambung) **

Sumber : kantor staf presiden

 

Thursday, October 20, 2016 - 13:45
Kategori Rubrik: