Cadar Corona

ilustrasi

Oleh : Budi Setiawan

Akhirnya, perjalanan dampak kopid bagi kehidupan sosial Muslim Indonesia ke depan sampai ke pinggir kekhawatiran banyak orang selama ini.

Yakni, mempergunakan kesempatan dalam kesempitan untuk mengedepankan ideologi keagamaan wahabi radikal. Yang juga dikumandangkan ustad -ustad dobol.

Sejak awal kopid dan wajib pakai masker, sudah ada dugaan bahwa cadarisasi bakal dikumandang dengan gencar.

Para ustad dobol menekak nekuk ayat Qur'an untuk mencari pembenaran ajaran sesatnya bahwa sejak dulu Quran sudah memperingatkan bahaya kopid yakni dengan menggunakan cadar.

Kopid merajalela karena perempuan tidak pakai cadar. Jadi wabah kopid ini adalah laknat dari Allah yang marah karena muslim tidak menerapkan perintahNya.

Jadi kata para ustad dobol itu mengimbau sambil setengah mengancam agar wabah kopid itu sebagai peringatan kepada Muslim agar kembali ke ajaran Islam.

Islam versi mereka yang menggambarkan Tuhan sebagai raja preman yang pemarah dan pencemburu. Tuhan yang psikopat karena gemar dipuji tapi suka menyiksa.

Yang mencipta surga sebagai rumah rumah besar untuk bebas bersenggama. Sebebas kelakuan binatang yang kita saksikan di alam fana.

Mereka berdalih, cadar tidak hanya sesuai dengan ajaran Islam versi dobol tapi juga sesuai dengan protokol kesehatan dan hemat. Tidak keluar uang banyak dan syar''i.

Bibit sebaran Islam versi dobol ternyata berlangsung di Lombok Tengah. Celakanya ide dobol itu muncul dari seorang pemimpin daerah.

Adalah Bupati Lombok Tengah, Suhaili FT yang meminta pegawai Pemda setempat yang perempuan mengenakan cadar untuk menangkal kopid.

Kata dia :

"... setiap ASN muslim yang pakai jilbab ini biar lebih praktis harus menggunakan cadar juga sebagai pengganti masker."

".. makanya saya berinovasi menggunakan cadar, karena sebagian besar ASN kita yang perempuan adalah muslimah dan menggunakan jilbab. Maka jilbab ini menjadi dua fungsi, menutup aurat sekaligus pencegahan corona dengan menggunakan cadar."

Protokol new normal dijadikan alasan untuk kampanye ideologi Islam transnasional. Yang jika dibiarkan akan menjadi adab kebiasaan yang menyebar seantero Nusantara.

Bahwa bercadar adalah bagian dari new normal yang Islami.

Ide yang menunggangi kopid ini gampang didekati paham kelompok teroris yang bisa menyebar pelan-pelan kemudian dibenarkan.

Jika pengatur dan pelaksana kebijakan ditingkat pusat membiarkan bibit-bibit ini berkembang dan menyebar.

Dimana disatu saat nanti, Indonesia berubah namanya menjadi Indonistan.

Sumber : Status facebook Budi Setiawan

Tuesday, June 30, 2020 - 11:30
Kategori Rubrik: