Cacat Logika Suteki, Guru Besar Undip Pro Khilafah

Ilustrasi

Oleh : Annisa Antania Hanjani

"Guru bukan dewa dan selalu benar dan murid bukan kerbau," -Soe Hok Gie-

Saya mengenal nama Suteki lewat Mama yang bercerita ada seorang teman kuliah yang menjadi profesor di FH Undip. Suatu waktu pernah yang bersangkutan berkomentar di salah satu status Mama. Mama meminta saya ikut menanggapi dengan bahasa Inggris.

Lalu, saya dan yang bersangkutan berteman di dunia maya.

Saya cukup terkejut melihat apa yang beliau sebar selama ini tidak menunjukkan kredibilitasnya sebagai seorang guru besar. Link berita yang disebar per harinya rata-rata merupakan berita hoax. Salah satu link yang saya ingat bernama JOSSSS.org karena saat itu saya sempat menyindir beliau lewat status saya dengan menggunakan link tersebut sebagai contoh.

Hal-hal seperti itu cukup membuat saya berani berkomentar di salah satu status beliau, "Saya ragu bahwa Anda ini seorang profesor,".

Selama mengerjakan tugas-tugas kuliah, saya menyortir sumber-sumber untuk menulis paper dengan hati-hati. Salah-salah jika saya menggunakan link blogspot atau wordpress akan mengurangi nilai tugas, bahkan tulisan ilmiah saya bisa mendapat D atau E. Saya sadar bahwa kedua platform di atas bisa digunakan siapa saja, sehingga tidak bisa digunakan secara ilmiah sebagai rujukan.

Jika saya yang mahasiswa saja diberi kriteria sedemikian ketatnya, tentunya seorang guru besar juga akan lebih ketat lagi dalam menyortir data.

Saya rasa menjadi seorang guru besar merupakan sebuah tanggung jawab besar untuk melakukan pencerdasan. Karena seseorang yang menjadi guru besar seharusnya memiliki daya analisa yang lebih tajam daripada yang bukan, sehingga penelitian yang dihasilkan akan lebih inovatif. Jika sumber-sumber berita yang disebar saja tidak dapat dipertanggungjawabkan secara akademis, bagaimana seseorang dapat menjadi guru besar?

Dan yang terburuk, menurut saya, adalah apa yang disebar beliau sering kali menjadi rujukan banyak orang yang mengikuti beliau. Mereka menganggap hal tersebut sebagai kebenaran karena seorang profesor yang mengatakannya. Padahal, secara akademis saja hal tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan, bahkan terindikasi hoax.

Oleh karena itu, saya menandatangani petisi di bawah.

https://chn.ge/2y1gRwA

Sumber : Status Facebook Annisa Antania Hanjani

Tuesday, June 12, 2018 - 16:15
Kategori Rubrik: