Buruh Kehilangan

ilustrasi

Oleh : Ricke Senduk

Buruh menyampaikan aspirasi memang tidak salah sepanjang mereka yakin demo mereka murni, tidak ditunggangi dengan indoktrinasi yang tidak benar.

Tapi, pada demo tanggal 20 ditenggarai ada plot dimana penyelusup akan mencari orang untuk dikorbankan sebagai martir untuk mengkambinghitamkan pemerintah.

Apakah buruh sudah berpikir sampai kesitu ?
Bisa dibayangkan kekacauan semacam apa yang akan terjadi kalau plot itu berhasil dijalankan
Mengerikan.. Akan terjadi kerusuhan dimana mana. Negara masuk dalam situasi 'genting.. '

Para penunggang berhasil mendapatkan apa yang mereka mau. Uang curian kembali .Taraf hidup mereka jadi super duper nyaman, berfoya foya..

Sedang buruh tidak akan dapat apa apa dengan kekacauan tersebut.

Buruh mungkin saja berhasil menggagalkan UU Cipta Kerja yang tujuannya untuk memperbaiki hidup mereka.

Tapi kalau berhasil gagalkan UU, memangnya masih akan punya pekerjaan?
Tidak akan ada lagi pekerjaan..
Karena semua investor sudah kembali ke negara masing masing akibat kerusuhan.

Lantas mau makan apa?
Hidup masih panjang dan tidak ada yang akan memberi makan.
Apa bisa tahan lapar sementara negara menata ulang semuanya ?

Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) memutuskan tidak akan ikut demo tanggal 20.

Mereka pilih melakukan melakukan proses judicial review UU Cipta Kerja dibantu oleh tim hukum advokat Hotma Sitompul dan Mantan Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Alfons Kurnia Palma. Tribunnews.com, 20/10

Itu langkah yang jauh lebih baik.

Sumber : Status Facebook Ricke Senduk

Wednesday, October 28, 2020 - 13:00
Kategori Rubrik: