Bulu Garuda Kita "Dibreideli Tempo, Relakah Kita?

ilustrasi

Oleh : Karto Bugel

#tempomediasampah

Ketika anda naksir teman anda, demikian juga sebaliknya, dan kalian berdua, masing-masing tak punya keberanian mengungkapkan perasaan anda, dan ini sudah berjalan lebih dari tiga tahun misalnya.

Tersiksakah?

Yang pasti, kalian merasa sangat senang saat bertemu. Yang pasti, dengan banyak alasan, kalian akan berusaha mencari cara untuk selalu dapat bersama. Yang pasti, kalian akan berusaha tak berbuat salah apalagi menyakitinya.

Entah bagaimana ceritanya, karena satu dan lain hal, tiba-tiba hari jadian itu datang. Tak sengaja, entah karena bahasa tatapan, dan kalian yakin seyakinnya bahwa tatapannya tak berbicara lain selain "aku sayang kamu" dan spontan kalian saling berpelukan...

"Haii..., siapa kalian? Jangan berbuat mesum di sini...!!"

Kaget?

Marah?

 

Tentu saja kaget dan tentu saja marah! Ada hal yang sangat tak bisa kita terima atas tuduhan orang marah itu.

Tapi bagaimana bila saat kalian tak sengaja saling berpelukan itu ternyata sedang berada di kampung yang memang religius dan padahal kalian tak berniat?

Adakah orang kampung itu akan memahami dan apalagi mendengar alasan tiga tahunmu baru terbalas hari ini? Dan itu hanya masalah spontan ekspresi rasa bahagia?

Ada banyak parameter dan seringkali niat saja tak cukup menjadi alasan. Kalian tak berniat macam-macam dan itu benar, tapi, bukan itu yang mereka lihat.

"Emang ada pasal berpelukan melanggar?"

Tiba-tiba kalian di arak..(ga usah dilanjut..)

 

Demikian halnya Tempo dengan karikatur Garuda yang "mbrodoli" sebagai, entahlah..., mungkin cara mereka berekspresi, berbahasa, atau...,yang pasti, mereka sedang mengkritik pemerintah.

Salahkah?

Mungkin Tempo dapat bersembunyi pada banyak dalih benar dan banyaknya aturan formal yang mendukungnya, namun, pantaskah?

Sama seperti kejadian pada pasangan itu, (meski dalam kasus Tempo mustahil mereka tak sengaja) ada norma yang kita tak sepaham dan namun telah menciderai rasa mendalam tentang bagamana pride, rasa bangga pada Garuda yang digambarkan "mbrodoli' itu sehingga sangat terasa ada nuansa menghina.

Dengan ilustrasi garuda yang "mbrodoli" dan dibuat menengok ke kiri, sepertinya Tempo justru sengaja mencari kampung religius, berpelukan dan bahkan berciuman dengan vulgar demi dilihat orang banyak.

Tempo tidak mengkritik Pemerintah apalagi Presiden, mereka menghina rasa beradab kita sebagai bangsa yang bangga dengan Garuda Pancasila.

Sumber : Status Facebook Karto Bugel

Friday, September 4, 2020 - 10:00
Kategori Rubrik: