Bulan Prihatin

ilustrasi

Oleh : Luc Martin

Setahu dan sepemahaman kita, yang namanya puasa adalah laku prihatin dengan cara mengurangi/merubah secara drastis kebiasaan dan volume makan yg biasa kita lakukan sehari-hari. Dari 3 kali menjadi 2 atau 1 kali sehari, dari makan banyak menjadi makan sedikit. Dari bebas menjadi tak lagi bebas utk ngemil setiap waktu. Mulut menjadi kering, nafas berbau dan tubuh kita lemas atau menjadi tidak fit seperti biasanya.

Nah, bila laku prihatin ini kita lakukan selama sebulan penuh, logikanya tubuh kita pasti mengalami perubahan berat badan. Wajah yg semula tembem berubah jadi tirus, tulang pipi mendadak jadi agak menonjol dst. Body dipastikan akan menjadi lebih kurus atau lebih langsing dibanding 30 hari sebelumnya.

Ternyata ada keanehan...

Setelah mengurangi makan sebulan penuh, mengapa tak ada orang yg kelihatan menjadi lebih kurus? Mengapa yg terjadi justru sebaliknya? Banyak orang tampak menjadi relatif lebih gemuk. Mungkinkah ini disebabkan oleh "balas dendam" tak terkendali di malam hari? Siang puasa, malam pesta pora. Apa saja dibeli, apa saja dimakan.

Bila itu yg terjadi, apa sebenarnya manfaat Bulan Puasa yg seharusnya adalah bulan kontemplasi, menekan hawa nafsu dan penuh keprihatinan? Jika 30 hari puasa dianalogikan sebagai "medan perang", mungkin banyak orang telah memenangkan pertempuran tapi mereka tidak memenangkan peperangan...

Sumber : Status Facebook Luc Martin

Monday, May 6, 2019 - 12:15
Kategori Rubrik: