Bukan Salah Teori Konspirasi

ilustrasi

Oleh : Fadly Abu Zayyan

Apakah salah jika para penganut Teori Konspirasi menduga ledakan yang terjadi di Lebanon adalah ulah Israel? Tentu tidak salah! Apalagi beberapa kali dan bahkan sehari sebelumnya Israel telah mengancam Lebanon. Ibarat misalnya ketika ada korban kecelakaan tabrak lari, dan ditemukan adanya pesan ancaman kepada korban sebelum kejadian, kecurigaan sudah pasti mengarah kepada si pengancam.

Kemudian pertanyaan selanjutnya, apakah sudah pasti bahwa terduga pelaku adalah si pengancam tersebut? Belum tentu! Karena bisa jadi ada pihak lain atau penumpang gelap yang memanfaatkan situasi. Ini serupa dengan kasus penganiayaan terhadap Novel Baswedan. Dimana kejadian berlangsung hanya selang sehari setelah KPK mengeluarkan Surat Cekal kepada Setya Novanto (SN). Dan terbukti di kemudian hari memang bukan SN pelakunya. Ini juga sudah saya ulas tepat sesaat setelah kejadian.

Kembali lagi dengan kasus Ledakan Lebanon. Memang ada ancaman dari Israel, tapi harus diakui bahwa serangan Hizbullah selama ini sebenarnya cukup membuat nyali Israel ciut. Tentu harus berpikir seribu kali jika Israel akan membuat serangan dengan target infrastruktur non militer milik Lebanon. Bahkan mereka juga menawarkan bantuan kesehatan atas kejadian ini.

Tak dapat disangkal pula, bahwa Negara (boneka) Israel memang diciptakan oleh "Tuannya" untuk memelihara konflik (perang) di kawasan Timur Tengah. Dan selama sekian dekade pula, perang ini telah menjadi komoditas bagi Oligarkhi Global. Secara psikologi, bisa jadi Israel juga lelah dengan konflik yang selalu mendera. Namun mereka tak berdaya atas agenda dari tuannya.

Kini, dunia sedang mengalami "jeda". Pandemik Covid-19 telah membuat banyak negara sibuk menyembuhkan dirinya masing2. Mereka berperang dengan musuh yang sama dan bukan entitas sebuah negara. Disisi lain, rencana Bisnis (monopoli) Vaksin oleh Oligarkhi Global telah gagal. Banyak negara sudah mulai menemukan vaksinnya dan akan memproduksi secara mandiri.

Momentum jeda ini juga dimanfaatkan untuk menata ulang kiblat atau barometer Ekonomi dan Energi Global dari Barat menuju Timur. Sebagaimana cita2 terciptanya Kesejahteraan dan Perdamaian Dunia secara berdampingan. Bukan menciptakan kesejahteraan (bagi segelintir orang) dengan jalan perebutan Sumber Daya dan Perang.

Jadi, tidaklah salah jika ada yang menghubungkan kejadian ledakan itu dengan konflik Hizbullah-Israel. Begitu pula yang menduga adanya upaya dari pihak2 yang ingin mengembalikan Hegemoni Konflik sebagai komoditas dengan cara memancing di air keruh dan menjadi penumpang gelap. Dan untuk meredam hal ini, motif yang paling mungkin untuk disajikan adalah murni kecelakaan. Semua kemungkinan bisa terjadi. Dan itu bukan salah Teori Konspirasi.

*FAZ*
#SILIT

Sumber : Status facebook Fadly Abu Zayyan

Saturday, August 8, 2020 - 19:00
Kategori Rubrik: