Bukan Negara Indonistan Atau Indo Arabia

ilustrasi

Oleh : Sahir Nopi

Ditemukannya soal di sebuah SMP di Kabupaten Garut tentang pembubaran Banser semakin mengindikasikan adanya upaya-upaya untuk makin merusak NKRI. Kelompok-kelompok itu bukan hanya memanfaatkan momentum Pilpres tetapi juga menunggangi partai politik maupun ormas di Indonesia. Diakui atau tidak, HTI jelas berada di pihak yang terus menerus memprovokasi dan mengklaim bahwa merekalah satu-satunya ormas yang memperjuangkan Islam.

Mengapa yang disasar Banser? Jelas sekali target mereka adalah kelompok-kelompok yang sangat kuat menjaga NKRI. Bukan Muhammadiyah yang sekarang aktivisnya juga sudah mulai sedikit terpengaruh karena arus politik.

Sebetulnya target mereka mengobrak-abrik NKRI hanya demi kepentingan kekuasaan dan menguasai kekayaan Negara. Tidak ada korelasi dengan penegakan syariat Islam. Terbukti dengan upaya-upaya mereka selama ini ketika sedikit saja diberi kekuasaan jelas merusak. Kebijakan tentang perda syariah atau penerapan qanun di Aceh sebenarnya tidak tepat dalam konteks bangsa Indonesia. Lihat saat Dedi Mulyadi memimpin sebuah kabupaten, beberapa kali didemo hanya karena patung yang dianggap hal itu sebagai sebuah kemusyrikan. Belum lagi kejadian-kejadian perusakan candi, pembubaran acara-acara yang digelar NU dan lain sebagainya.

Maka dari itu, viralnya dukungan Ismail Yusanto dalam video pendek bersama Mardhani Ali Sera menegaskan aktivis HTI berada dimana. Pun lihat beberapa kampanye Prabowo yang selalu ada bendera HTI disela-sela masa. Hal itu makin menunjukkan niat meruntuhkan NKRI dan mengganti system khilafah ada dibarisan mereka.

Jadi Pilpres 2019 sesungguhnya bukan soal memilih Jokowi atau Prabowo tetapi akankah kita membiarkan kelompok-kelompok intoleran itu akan menunggangi kekuasaan. Dan hasilnya akan lebih sulit diprediksi. Prabowo dalam perspektif penulis tidak akan banyak merecoki ranah-ranah yang mereka “minta” jatah dalam pembagian kekuasaan. Ingat bagaimana jatah gendutnya staf ahli gubernur DKI? Ingat bagaimana ceramah-ceramah intoleran kini dibiarkan saja di masjid-masjid yang ada di DKI? Mau apa yang terjadi di DKI sekarang akan marak diberbagai kota di Indonesia? Sejatinya mereka bukan menyebarkan Islam yang Rahmatan Lil Alamin tetapi merusak Islam yang disebarkan Rasulullah.

 

Friday, April 12, 2019 - 00:00
Kategori Rubrik: