Bukan Kematian Ulama yang Dikhawatirkan Tapi Ketiadaan Regenerasi Ulama

Peristiwa yang paling dahsyat adalah saat serbuan pasukan Mongol yang dipimpin Hulagu Khan ke jantung kekuasaan kekhilafahan Abbasiyah di Kota Baghdad pada tahun 1258 M. Serbuan ini bukan saja meruntuhkan Kekhalifahan Abbasiyah, tetapi banyak sekali ulama terbunuh. Dikisahkan, pasukan Mongol ini membunuh banyak ulama, cendekiawan, membunuh imam-imam masjid dan penghafal-penghafal Alquran, masjid, sekolah dan segala aktivitas keilmuan berhenti total. Perpustakaan yang merupakan gedung ilmu dihancurkan dan buku-buku yang ada di dalamya dibakar dan dibuang ke sungai Tigris. Saking banyaknya buku yang dibuang di sungai Tigris. Konon, dilaporkan bahwa air Sungai Tigris menjadi berwarna hitam sekelam tinta pada hari pelemparan buku-buku dari berbagai perpustakaan ke sungai tersebut. Pertanyaannya, apakah dengan peristwa dahsyat ini, yang ulama banyak sekali terbunuh dan kitab-kitab terbakar habis dan hancur di sungai Tigris, konon hanya kitab Ihya Ulumidin karya Imam Al-Ghazali yang terselamatkan, lalu serta merta ilmu keislaman diangkat, hilang dari umat Islam dan salah satu tanda kiamat tergenapi?
Jawabannya jelas tidak karena setelah itu generasi ulama muncul kembali dan kitab-kitab keislaman kembali banyak diterbitkan karena umat Islam dan ulama yang tersisa sangat gigih melakukan regenerasi, kaderisasi ulama.
Begitu pula dengan wafatnya ulama karena pandemi. Bukan kali ini saja, saat pandemi Covid-19, banyak ulama yang wafat, tetapi sudah sejak lama juga berkali-kali tejadi pandemi, telah menewaskan juga banyak ulama. Lalu apa juga serta merta ilmu keislaman diangkat, hilang dari umat Islam dan salah satu tanda kiamat tergenapi? Jawabannya sekali lagi jelas, yaitu tidak!
Akhir kalam, untuk para ustadz, mubaligh, janganlah berceramah yang terkesan menakut-nakuti, yang membuat umat berpandangan keliru tentang banyaknya ulama yang wafat, terutama di masa pandemi Covid-19 ini sehingga umat menjadi makin sedih, pesimis, putus asa, apalagi banyak umat lagi merana karena kesulitan ekonomi dan pendidikan akibat dari pandemi Covid-19 yang masih belum jelas kapan berakhirnya. Berikanlah ceramah yang membangkitan optimisme, harapan dan kebahagiaan. Memang ketika ada ulama yang wafat bahkan banyak ulama yang wafat di masa pandemi Covid-19 ini umat Islam harus bersedih, namun kesedihan itu harus dibalas dengan kerja keras bersama ulama yang masih ada untuk melakukan regenerasi, kaderisasi, agar kedua sabda Rasulullah SAW tersebut tetap menjadi peringatan yang tidak terjadi.
Sumber : Status facebook Rakhmad Zailani Kiky

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *