Bukan Kantong Suara, Jokowi Tidak Peduli

Ilustrasi

Oleh : Damar Wicaksono

Di Aceh, Sumbar, Jabar dan NTB, Presiden selalu menyelipkan counter terhadap 3 hal: isu dirinya sebagai kader PKI dan anak tokoh kominis Cina, lalu isu Perpres TKA yang bias dan juga isu hutang LN.

Keempat daerah itu adalah 4 dari 10 provinsi dimana Jokowi kalah pada pilpres 2014. Dua diantaranya kalah telak, di Sumbar (23%) dan NTB (27%). Salah satunya adalah karena kesalahpahaman terhadap sosok Jokowi.

Mungkin di pilpres 2019 nanti, Jokowi masih kalah di Sumbar dan NTB, tapi setidaknya angkanya tak akan sebesar di 2014. Karena sebagian warga pasti sudah merasakan dampak kerja Jokowi

Ini adalah foto dari Biro Pers Setpres. Saat Jokowi yang wajahnya nampak lebih lelah dibanding awal menjabat menjadi Presiden.

Di atas kereta bandara Minangkabau Ekspres, yang menghubungkan stasiun Padang (di pusat kota) dan BIM (Bandara Internasional Minangkabau) sejauh 23 km. Kereta ini mulai diinisiasi di zaman Presiden SBY. Sekali lagi, problem pembebasan lahan dan segala keruwetan lain terjadi. Jokowi mengurainya dan mempercepat selesainya proyek ini

Duet dua Presiden.. 
SBY mewariskan UU No. 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah bagi Kepentingan Umun dan Jokowi mengakselerasinya dengan beberapa PP dan Perpres.

(Tapi harus kita akui, jika saat ini Presidennya masih SBY, dengan modal UU di atas, belum tentu kecepatan pembangunan infrastruktur segesit zaman Jokowi. Salah satunya mungkin Jokowi lebih berani mengalihkan subsidi energi ke sektor infrastruktur dasar, yang diperlukan publik, termasuk wilayah perbatasan dan Indonesia Timur)

Sehat selalu Pakdhe..
Kami masih membutuhkan Njenengan 1 periode lagi

Sumber : Status Facebook Damar Wicaksono

Tuesday, May 22, 2018 - 21:15
Kategori Rubrik: