Bukan Baik Sangka, Melainkan Ceroboh

Oleh : Aldie El Kaezzar

Tercatat paling tidak sudah 4x Prabowo "terpleset" saat mengambil keputusan untuk memberi pernyataan di depan publik. Hal ini bisa menjadi gambaran betapa cerobohnya beliau terhadap masukan dari kanan kirinya.

Semua tentu masih ingat "tragedi sujud sukur" sewaktu pengumuman quick count di pilpres 2014. Ini sebuah gambaran nyata tentang sifat ceroboh Prabowo. Padahal dengan mudah ia bisa membandingkan hasil survey lembaga lain untuk cek ricek. Tapi ia tidak lakukan itu dan memilih percaya "buta" saja.

Tahun ini, masih jelas dalam ingatan bagaimana ia kembali melakukan kecerobohan lain terkait pernyataan Indonesia bubar 2030. Bagaimana bisa sebuah novel fiksi dianggap sebagai kajian riset sebuah negara. Tentu bedanya bagai langit dan bumi. Sikap yg bahkan mengundang "keheranan" dari si penulis novelnya sendiri.

Tak berhenti sampai situ, kecerobohan kembali dipertontonkan saat ia menuding ada mark up pada biaya pembangunan LRT. Setelah diusut dan terbukti bahwa angkanya masih dalam batas wajar, sayangnya Prabowo dengan enteng berkelit lalu malah "melempar bola" pada informannya, yaitu Anies Baswedan. Yang disesalkan, Anies pun gagal memberikan sumber data valid dan malah menyuruh wartawan mencari sendiri.

Kecerobohan masih berlanjut saat ia memaparkan data tentang Indonesia saat bedah buku Paradoks Indonesia. Saya pernah membahas ini dalam sebuah post, bahwa data yg disebut Prabowo, ternyata setelah dicek dari sumber kredibel semisal Bank Dunia, UNDP atau WHO, ternyata meleset jauh.

Jadi, sama halnya seperti 4 kejadian di atas, kasus "hoax nasional" Ratna itu terjadi sebetulnya bukan karena ia baik sangka, sama sekali bukan. Tapi lebih karena kecerobohan atau keteledoran karena tidak melakukan cek ricek, verifikasi atau kritisi. Dan ini diakui sendiri oleh Prabowo dalam konpersnya semalam. Ia lalai, grasa grusu.

Baik sangka itu bukan artinya tanpa cek ricek. Baik sangka tetap harus diikuti sikap kritis dan teliti. Ini poin pentingnya.

Saya ragu apakah ke depan Prabowo mampu memperbaiki sifat cerobohnya, karena sejauh ini, nampaknya ia selalu berulang kali terjatuh di lubang yg sama. Hal yg sangat disayangkan untuk tokoh nasional sekelas dirinya..

 

Sumber: facebook Aldie El Kaezzar

Thursday, October 4, 2018 - 11:00
Kategori Rubrik: