Budaya Jilbab dan Hak Asasi Manusia

Ilustrasi

Oleh : Eiwei Younora

Waktu saya kecil saya selalu mempertanyakan tentang jilbab, karena tidak puas dengan jawaban dari guru mengaji saya, maka dengan rasa penasaran yang amat sangat, saya cari buku2 bacaan sejarah yang di berbagai buku2 perpustakaan di Jakarta saat itu kira2 tahun 1987-1989 untuk menambah pengetahuan saya dan akhirnya saya mendapat jawaban yg bagi saya sangat masuk akal.

Lalu saya menjelaskan informasi yang saya dapat kepada guru ngaji saya saat itu tetapi beliau tidak mau menerimanya dan memahaminya bahkan saya di bilang akan masuk neraka kalau saya percaya dengan informasi yg saya dapat kan tentang jilbab tsb.

Saat itu saya pendam di hati saja karena saya belum berani mengeluarkan pendapat. Tapi sekarang saya akan membagi ke public mengenai informasi yang sudah saya pelajari ini sekian tahun yang lalu untuk berbagi ilmu dan supaya di pahami, khususnya bagi Wanita Muslim yg belum pernah mendalami sejarah tentang jilbab.

Inilah informasi sejarah tentang jilbab yang saya yakini menurut akal sehat saya dari saya kecil maupun sampai sekarang:

Jilbab berasal dari daerah Timur Tengah (Middle East), banyak orang di daerah gurun tersebut, seperti yahudi,
iran, israel, irak, dan sekitarnya bahkan daerah gurun di asia (gurun gobi), banyak juga yang memakai jilbab.

Budaya menggunakan pelindung muka, pelindung rambut, leher dan baju langsung (kurung) sangat disukai didaerah gurun.
Mengapa? sebab memudahkan mereka untuk membersihkan pasir yang menempel di tubuh, di wajah, di rambut, di leher dan bahkan dimata (menggunakan cadar/kacamata).

Jilbab tidak hanya dipakai oleh orang Islam, selain Islam-pun boleh memakainya bila mereka di daerah gurun pasir seperti itu. Dan terkadang karena sudah merupakan pakaian sehari-hari, yang menjadi kebiasaan turun-temurun, maka jilbab menjadi suatu budaya (culture)

Jilbab-pun sebenarnya tidak hanya untuk wanita, sebab laki2 dinegara gurun-pun memakainya.

Lalu mengapa orang-orang yang tidak tinggal di negara gurun dan bukan orang timur tengah lalu memakai jilbab?
Alasannya sederhana :

1. Ingin seperti orang timur tengah
2. Melakukan ritual keagamaan yang di sesuaikan dengan asal mula ajaran tersebut
3. Jilbab di “asumsikan” sebagai penutup aurat, apakah rambut di kepala itu aurat? 
4. Karena ikut-ikutan dan tidak tahu maksudnya.

Di negara yang dijamin keamanan dan menjunjung tinggi persamaan derajat laki2 dan wanita, maka pilihan pakai “jilbab” cenderung ke hak pribadi.

Tetapi apakah perlu memakai jilbab? Banyak masyarakat yang sudah tinggi tingkat peradabannya, maka moral tidak lagi digantungkan pada tampilan luarnya tetapi apa yang ada di dalam pikirannya dan tingkah laku kesehariannya.

Mungkinkah para pria mengganggu wanita yang tidak berjilbab di negara Indonesia ? Begini, pelecehan sexual banyak terjadi di berbagai negara. Wanita adalah sasaran utama dari para laki2 yg tidak bisa menahan hawa nafsunya, maka terjadilah pemerkosaan. Di negara Indonesia dan banyak negara lainnya, si peleceh sexual sudah pasti kena hukuman.

Sementara di beberapa negara Islam, perempuan tidak di hargai sama sekali dan di anggap benda bagi laki2 oleh karena itu di paksa memakai jilbab dengan alasan untuk tidak menggoda laki2 terhadap hawa nafsunya.

Mengganggu wanita dan memaksakan kehendak kepada wanita adalah melanggar hukum. Hal ini jelas terlihat di tempat umum, seperti mall, tempat renang, dan tempat-tempat umum lainnya. Para laki2 ditempat-tempat umum itu tidak akan mengganggu wanita yang tidak berjilbab maupun yang berjilbab karena akan terhukum kalau menggangunya.

Oleh karena itu Toilet antara Wanita dan Laki2 pun terpisah.

Pemakaian Jilbab dan pakaian tertutup di Indonesia sangat kuat di daerah Indonesia bagian barat, seperti Aceh, lalu mulai berkurang di daerah indonesia tengah, seperti Jawa,Bali dan sekitarnya, lalu mulai tanpa penutup didaerah timur Indonesia seperti Papua/ Irian Jaya.

Kesimpulannya: pemerkosaan terjadi bukan karena berjilbab atau tidaknya seorang wanita, melainkan dari laki2 yang tidak bertanggung jawab dan tidak menghargai wanita. Makanya di dalam Islam, setiap ada pelecehan sexual, selalu menyalahkan wanita yg tidak berjilbab karena di anggap sangat mengundang laki2 yg tidak bertanggung jawab dan tidak menghargai wanita tsb.

Kalau di negara yg tidak ada hukum dalam menghargai wanita, maka wanita terpaksa melindungi tubuhnya dari lelaki biadab. Karena laki2 hanya menganggap wanita sebagai benda. Bayangkan berapa Jumlah TKI yg bekerja di negara Islam yg mengalami pelecehan sexual? Banyak sekali.

Berapa banyak jamaah haji wanita yang mengalami pelecehan sexual saat menunaikan ibadah haji? Sangat banyak, Apakah pemerintah Saudi peduli? Tidak sama sekali malah lagi2 wanita yang disalahkan karena wanita2 tersebut dulunya suka berzina lah dll sehingga mendapat karma di tempat suci.... wowww really??? Apakah laki2 biadab tsb di hukum?? Sama sekali tidak. Apakah ini adil? Tentu saja tidak.

Budaya dan Lingkungan juga membuat orang tidak harus menggunakan jilbab, sebab “tata cara membina moral dan peradaban akan berbeda satu sama lainnya”

Apakah jilbab sesuai diterapkan di negara Indonesia yg sudah mempunyai hukum hak asasi manusia dan apakah hukum syariah harus dijalankan di dalam hukum negara Indonesia ? Coba pikirkan bagaimana perasaan anda sebagai wanita hanya sebagai simbol sex dan budak bagi laki2? Seperti di beberapa negara Islam lainnya?

Wanita punya hak sama dengan laki2. Banyak sekali Muslimah dari negara2 Islam yg melarikan diri dari negaranya karena ketidak adilan hak asasi terhadap wanita.

Kebijaksanaan yang luas, dan banyak melihat kebudayaan dari negara lain dan negara kita sendiri lah yang akan bisa memberikan solusi terbaik!

Oleh karena itulah, negara tidak boleh ikut campur dalam masalah keagamaan dan keimanan seseorang. Agama dan keimanan adalah urusan masing2 pribadi. Sudah saatnya kita membuka mata bahwa akhlak dan moral seseorang tergantung dari tingkah laku baik sehari2, bukan dari cara berpakaiannya

Bagi para Muslimah, yang di nilai dari keimanan kita adalah moral yang baik, akhlak budi pekerti yang jujur dan tingkah perilaku kita sehari2 sehingga laki2 pun menghargai kita sebagai wanita karena mempunyai kepribadian yang terhormat. Jadi bukan dari berjilbab atau tidak nya.

Sumber : Status Facebook Eiwei Younora

Wednesday, August 1, 2018 - 20:45
Kategori Rubrik: