Budaya Jawa

ilustrasi

Oleh : Agoes Ibrahim

Waktu kuliah di Yogya, saya sempat 1 tahun kos di rumah kontrakan senior saya, mahasiswa fakultas Teknik jurusan Geologi, UGM.

Saya sebut dia senior karena waktu saya masih mahasiswa semester 3, dia sudah bikin skripsi.
Kawan saya ini dari suku Tionghoa juga. Namanya Hanny, biasa saya panggil Koh Han. Keturunan keluarga kaya raya dari kota Madiun.
Selama saya kos di rumah kontrakan dia, sering kami ngobrol tentang budaya Jawa. Saya terkagum-kagum dengan pengetahuannya tentang budaya Jawa. Ibaratnya, dia ini lebih Jawa dari orang Jawa..

Suatu hari saya diajaknya menemui seorang pangeran dari Kasunanan Mangkunegaran di sebuah restoran. Koh Han dengan luwes bercakap-cakap menggunakan bahasa Kromo Inggil yang fasih...
O ya, saya bisa dikit-dikit basa Jawa kromo karena di kosan sering diajak bicara menggunakan basa kromo oleh koh Han.

Setelah lulus, saya tinggal di Surabaya. Saya kontak dia lagi. Lantas saya diundangnya dolan ke rumahnya. Di sana ada ruangan yang luas untuk menyimpan koleksi benda-benda kuno peninggalan nenek moyang Jawa..
Dengan telaten dia jelaskan asal usul keris, tombak, aneka macam batik , buku-buku babad Jawa dll...
Dari kawan inilah saya banyak belajar budaya Jawa yang adiluhung...
Akhirnya ... saya jatuh cinta pada budaya Jawa..

Barusan saya menonton video yang diposting oleh teman fb.
Isi videonya ?
Tengkuzul mengolok-olok orang Jawa lalu membanding-bandingkan dengan orang Medan.
Geram juga saya dibuatnya.
Tapi untunglah ada orang yang berani melaporkan Tengkuzul ke polisi..

Bila manteman melihat orang Jawa suka mengalah saat diajak berantem dengan orang lain, bukan berarti orang Jawa penakut.. anda keliru bila berpikir demikian..
Kalau orang Jawa penakut, tidak akan pernah ada kerajaan-kerajaan besar seperti Majapahit, Mataram dll...
Orang Jawa mengalah karena menganggap lawannya tidak sebanding martabatnya dengan dirinya. Ibaratnya kambing koq menantang gajah. Untuk apa gajah meladeni kambing ?

Paham kan ?

Sumber : Status Facebook Agoes Ibrahim

Monday, July 27, 2020 - 08:30
Kategori Rubrik: