Buat Apa Jadi Ketua Timses?

Ilustrasi

Oleh : Fadly Abu Zayyan

Pak dokter, apa komentar anda tentang kelakuan Gerindra yang memborong habis posisi capres cawapres dan ketua timses dari partai mereka sendiri? Terus PAN dan PKS dianggap apa ...

"Kalau soal pasrahnya PAN dan PKS berebut slot cawapres, bisa dimaklumi itu murni urusan ketidak mampuan mereka menyediakan logistik. Bahkan rekomendasi ijtima ulama pun tak bisa mereka perjuangkan. Kalah oleh dewa kardus ...."

"Kalau soal Demokrat, sebenarnya mereka juga mampu membawa kardusnya sendiri. Tapi sepertinya koh Prabowo Subianto bin Soo Ming Tauw tak mau punya cawapres dari figur militer."

Seharusnya mereka diberi kesempatan mengisi posisi Ketua Timses.

"Wueess, jangan salah. Opini yang beredar di sosmed itu salah. Gerindra bukannya tak bersedia menyerahkan posisi Ketua Timses kepada Demokrat, PAN atau PKS. Mereka semua ditawari akan tetapi menolak. Sehingga ditunjuklah Djoko Santoso dari internal Gerindra sendiri."

Kenapa semua menolak menjadi Ketua Timses?

"Yang namanya Timses, tujuannya adalah #sukses. Buat apa jadi ketua timses jika sudah tahu bahwa endingnya nanti tidak sukses. PAN dan PKS sudah tahu bahwa mengalahkan incumbent di Pilpres 2019 nanti sangatlah berat. Mereka lebih senang mengejar komitmen Sandiaga yang belum genap, dan memilih fokus di Pileg."

"Kalau Demokrat tak perlu ditanya lagi. Ikut sertanya mereka di koalisi ini adalah setengah hati. Makanya mereka itu antara ada dan tiada. Mana mau kirim orangnya jadi Ketua Timses. Yang terjadi malah SBY mendiamkan kader kader Demokrat mendukung Jokowi."

Sumber : Status Facebook Fadly Abu Zayyan

Tuesday, September 11, 2018 - 16:15
Kategori Rubrik: