Bu Risma Tidak Usah Membayangkan Perasaanku

ilustrasi

Oleh : Aan Anshori

Baru saja viral video bu Risma, walikota Surabaya. Kader PDIP yang digadang-gadang akan moncer sebagai pemimpin publik level regional dan nasional ini terlihat marah dan tampak sangat kesal. Ia begitu tampak emosional dengan orang di ujung telpon. Beberapa orang di sekeliling Risma tampak diam namun ada yang mengabadikan peristiwa "sabotase," mobil PCR Covid-19.

Risma merasa Surabaya berhak mendapat akses penuh dua mobil bantuan dari Pusat. Ia merasa hal itu adil karena ia secara khusus melobi kendaraan tersebut. Khusus juga untuk Surabaya.

Bagi Surabaya, Risma adalah dewi pujaan. Guardian of the city. Itu sebabnya, hampir semua teman-temanku di Surabaya mendukung aksi di atas.

Aksi ini kemudian dikait-kaitkan dengan rivalitasnya dengan Khofifah, gubernur Jawa Timur. Rivalitas semakin pedas saat skisma keduanya ditarik menjadi kontestasi representatif kelompok ijo dan abang.

Entah benar. Entah tidak.

Namun sebagai warga Jombang yang juga tengah berjuang merespon Covid-19, aku tidak mampu menahan keingintahuan; kenapa Risma tampak begitu tidak sensitif dengan penderitaan 37 kabupaten/kota lain yang juga bergumul dengan problem yang sama? Bukankah Surabaya telah mendapat bagian satu diantara dua mobil PCR?

Kengototannya membela warga Surabaya yang telah ia siapkan untuk dites sekaligus menunjukkan watak kekurangempatiannya bersolidaritas dengan daerah lain.

Bersolidaritas dan berbagi dalam situasi seperti ini merupakan ujian serius siapapun yang digadang menjadi pemimpin publik dalam skala lebih luas.

Saya membayangkan betapa ia sebenarnya telah memiliki momentum mengekspresikan sikap kepemimpinannya secara lebih enerjik sekaligus memiliki bobot solidaritas lebih luas. Sayangnya, ia gagal dalam ujian tersebut.

Meski demikian, saya patut mengapresiasi keberhasilannya menyampaikan pesan ke publik; bahwa ia telah bekerja bagi Surabaya; dan bahwa ia merasa dirinya telah disabotase. Sebagai walikota cum politisi Risma telah melakukan tugasnya dengan baik hingga BIN turun tangan.

Namun mari kita bayangkan perasaan warga Tulungagung dan Lamongan atas aksi heroik tersebut.

Kalau perasaanku sih nggak usah dibayangkan.

Sumber : Status Facebook Aan Anshori

Sunday, May 31, 2020 - 09:30
Kategori Rubrik: