Brexit Macet 20 Jam, Ini Penjelasan Kemhub

REDAKSIINDONESIA-Para pemudik arah Jawa Tengah dan Jawa Timur mengeluhkan kemacetan panjang di pintu keluar tol Brebes yang mencapai 20 km pada Minggu (3/7) atau H-3.

Berdasarkan pantauan Kementerian Perhubungan (Kemhub) melalui Posko Angkutan Lebaran 2016, terungkap beberapa penyebab kemacetan di pintu tol yang sekarang mendapat julukan Brexit (Brebes Exit) itu.

Pertama adalah volume kendaraan yang sangat tinggi dan di luar kapasitas jalan yang membuat antrian tol menjadi sangat panjang.

"Petugas pintu tol telah melakukan jemput bola dengan mendatangi mobil yang berhenti untuk melakukan transaksi pembayaran masuk tol," kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemhub Hemi Pamuraharjo dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi.

Penyebab kemacetan berikutnya adalah antrian di pom bensin Pertamina dekat pintu tol Brebes Timur, ujar Hemi.

Sementara itu salah seorang pemudik memberikan informasi tambahan soal penyebab kemacetan Brexit ini.

"Gate (pintu) tol Brexit ke arteri jaraknya cuma 1,5 km, sehingga otomatis kita ketemu dengan mereka yang dari Pantura," ujar orang yang tidak mau disebutkan namanya.

Dia juga mengkritisi diskon tarif tol yang menghasilkan nominal tidak bulat sehingga menambah lama transaksi di gerbang tol, salah satu faktor utama dalam kemacetan di pintu tol.

"Contohnya dengan diskon tarif menjadi Rp 50.500, kenapa tidak Rp50.000 saja?"

Faktor-faktor lain adalah dua jembatan yang dalam perbaikan di Tegal, kehadiran "pasar tumpah" di Slawi dan perlintasan kereta api di sekitar lokasi yang berkontribusi menyumbat arus kendaraan keluar dari Brebes Timur, ujarnya. 

Untuk mengurai kemacetan di Bexit, Kemhub melakukan rekayasa lalu lintas di dua jalur yaitu dari ruas Pejagan sampai Brebes Timur (Brexit) dialihkan ke pintu tol Cikopo lama ruas Jakarta-Cikampek untuk di arahkan ke Pantura, sementara ruas Cikopo-Cipali ditutup sementara," kata Hemi. Rekayasa yang lain yaitu ruas Palimanan Kanci (Ciperna Kanci) lalu lintas diarahkan keluar Kanci untuk mengarah jalur arteri Pantura.

"Jalur Pantura dibidik karena terpantau lancar di bandingkan jika dialihkan melalui Subang walaupun jaraknya lebih dekat," jelas Hemi.

Pada Minggu sore terpantau volume kendaraan yang keluar gerbang tol Brebes Timur mencapai kurang lebih 22 km.

"Para pengguna jalan yang akan melintasi ruas tol tersebut disarankan untuk menggunakan jalur alternatif non tol arah Ketanggungan, Jati Barang dan Slawi," ujarnya.

 

(Sumber: Beritasatu)

Tuesday, July 5, 2016 - 00:00
Kategori Rubrik: