BPJS

ilustrasi

Oleh : Haryoko R Wirjosoetomo

BPJS duit hilang katanya. Ya iyalah Dodol, saya bayar 21 juta per tahun untuk bertiga ngejar asuransi kesehatan swasta dengan layanan rawat jalan dan inap. Itu saja dibatasi, ada plafonnya.

Sehat wal afiat dalam setahun dan ga kepakai? Alhamdulillahhh. tapi duit hangus?

Ya memang demikian aturan mainnya, perusahaan Asuransi mengambil alih risiko saya. Jika saya dan keluarga sampai sakit dan rawat inap, mereka harus membiayai kami berlipat dari premi yang saya bayarkan.

BPJS? Ini asuransi kesehatan bersama yang diselenggarakan negara. Preminya jauhhh lebih rendah dibanding swasta, manfaatnya jauh lebih besar juga dibanding swasta Saya sekeluarga rutin bayar, patuh dengan aturan, mau dinaikkan mangga, siap menerima ketentuan tersebut. Lha sampeyan? Beli rokok bisa, beli pulsa bisa, kredit motor naik ga masalah.

Giliran BPJS naik? Mberek2 padahal belum karuan bayar iuran. Giliran sakit keras keleleran? Mberek2 lagi, negara tidak hadir, jerit sampeyan.

Dadi menungsa sepisan wae kok angel temen..Ya wis melu Daesh wae, yang serba gratis katanya. Memang, maksudnya peluru serba kaliber yang gratis disana, buat mbedil kepala sampeyan..

Sumber : Status Facebook Haryoko R Wirjosoetomo

Tuesday, September 3, 2019 - 11:30
Kategori Rubrik: