BPJS Untuk Rakyat

ilustrasi

Oleh : Djati Erna Sahara

BPJS hampir sama dg JAMKESNAS. Hanya saja ketika JAMKESNAS dikeluarkan oleh pak SBY, orang2 gak begitu peduli shg hutang JAMKESNAS gak ada yg nyinyirin....

Saya sudah dua kali membuat tulisan fakta busuknya Jamkesnas dg pengalaman pribadi ketika membantu anak dari keluarga miskin penderita kanker gusi yg tak mendapat pelayanan dari RSCM, kira2 tahun 2008, sampai2 saya memviralkan kasus tsb ke tulisan pembaca dan mengundang wartawan agar ada dermawan yg memberi sumbangan utk pembiayaan anak malang tsb.

Saya masih ingat, suami Nia Ramadhani memberi sumbangan 10juta kala itu krn membaca beritanya di koran. Dan banyak juga org2 yg akhirnya memberi sumbangan, namun sang anak sudah keburu meninggal dunia.

Saya yg tiap hari menemani anak tsb di bangsal pasien kelas kambing, menangis sesegukkan di ruang tamu depan jenazah, sambil mememdam kegeraman kpd pemerintah yg sama sekali tak punya hati terhadap rakyatnya.

Jamkesnas kala itu hanya sebuah program BODONG, yg tak memberi manfaat buat rakyat miskin, kecuali mereka yg sakit mau FIGHT mengurus birokrasi yg tak pernah bisa ditembus tanpa peluru media massa.

6 bulan saya bolak balik RSCM utk menuntut pembiayaan gratis buat anak tsb, dg kekuatan diplomasi saya menemui pihak rumah sakit dari mulai bagian publik relation hingga direktur. Terakkhir saya mengancam akan mengangkat masalah tsb ke media jika rumah sakit pemerintah tsb menolak melakukan tindakan pengobatan yg serius. Akhirnya saya berhasil membawa sang anak ke ruang perawatan dg mengumpulkan banyak sumbangan2 serta mengajak salah satu yayasan zakat utk membiayainya.

Namun karena stadium kanker sang anak sudah masuk 4A, kendala pengobatan semakin banyak dan akhirnya bukan lagi masalah keuangan utk menolongnya melainkan kondisi nya yg tak memungkinkan lagi utk dilakukan tindakan2 lain.

Kami hanya pasrah, menyesalkan kurang sigapnya kami memenangkan perjuangan, dan terlalu kilatnya kanker tsb naik stadiumnya, membuat tubuh sang anak semakin ringkih utk menerima pengobatan lebih lanjut.

Sejak saat itulah saya berjanji akan memerangi siapa saja yg mempersulit org miskin, menelantarkannya... dan membuatnya terhimpit oleh keadaannya.

Makanya, ketika pak Jokowi muncul, Ahok hadir membuat kebijakan membantu rakyat dg program2 luar biasanya... SAYA MERASA DIBERIKAN JAWABAN OLEH TUHAN atas keluhkesah saya selama ini.

Kembali ke BPJS....
BPJS utk rakyat miskin TIDAK ADA IURAN alias gratis. Sama dg jamkesnas. Bedanya BPJS nyata manfaatnya, jamkesnas bodong.

Yg selama ini orang2 dungu itu keluhkan adalah, masalah iuran.

IURAN BPJS hanya bagi mereka rakyat yg MAU NAIK KELAS PERAWATANNYA, atau bagi PEKERJA yg wajib diasuransikan oleh perusahaannya yg hanya dibebani 1% dari gajinya, sementara perusahaannya menanggung 4%.

Kalau sang karyawan mau naik ke kelas VIP ya bisa. Tapi iurannya naik. Silahkan cek tabel iurannya, sy gak hafal.

Tapi kalau tetep mau di kelas 3 bagi yg gratisan, dan bagi pekerja yg bayar 1% tadi ya silahkan, dan jangan rewel kalo gak kebagian kamar krn memang yg mau gratisan BUANYAK BANGET.

Tapi paling tidak pengobatannya gak bodong dan gak bikin pasien ditolak. Kalo kudu ngantri ya wajar, namanya juga kelas 3.... kelasnya org susah. Kalo mau cepet ya naik kelas dong. Apalagi yg merasa mampu, masak gak mau bayar iuran 100rb sebulan? Giliran langganan paket internet aja dibela2in 200rb sebulan! Masak utk sakit gak mau cuk???

Bagi yg nyinyirin BPJS dan melebai2kan hutang BPJS, saya anggep GILA dan sinting!!! Tanpa melihat permasalahannya, seenaknya buat asumsi. Mereka tidak pernah punya pengalaman spt yg pernah sy alami. Mereka taunya pak Jokowi jelek... ahok penista... tanpa mempunyai bukti akurat membandingkan mana pemimpin yg PRO RAKYAT... mana yg DZOLIM!!!!

ELO KAYA RAYA, TAPI TERBARING SAKIT, BUAT APA KEKAYAAN LO? APALAGI SAMPE MODAR.... makanya pakde mendahulukan program kartu jaminan kesehatan supaya org2 miskin gak tambah miskin... dan org2 kaya bisa ikut nimbrung membantu org2 yg kena penyakit duluan.... paham gak??

***
Jutaan warga byk yg meremehkan kartu BPJS. Bahkan mereka menghina habis2an dengan kata2 yg keji.

Suatu ketika salah satu penghina tsb diberi sakit parah. Uangnya habis buat berobat. Akhirnya dg tutup muka pake sempak, dia daftar BPJS supaya pengobatan selanjutnya bisa gratis.

Karena pengurusannya mudah... jadilah itu kartu atas namanya. Belum juga bayar iuran, dokter sudah membolehkan nya berobat gratis dg segala fasilitas kelas 3. Semuanya gratis. Padahal uangnya telah habis sekian puluh juta utk pengobatan sebelum dia bikin kartu yg dulu dia juluki KARTU SIALAN Jokowi.

Di ruang perawatan kelas 3, dia menatap langit, mencari Tuhan ingin meratap.... Yang nampak malah wajah Jokowi yg tersenyum manis dalam bingkai yg terpajang di dinding kamar.

Dia palingkan wajahnya sambil bergumam: "kok wajah sialan itu yg nongol.... !!!"

Akhirnya penyakitnya bisa disembuhkan berkat kesigapan dokter dan penanganan yg cepat serta kartu sakti yg ternyata gak sialan itu....

Meski dia belum bayar iuran sekalipun.... pak jokowi mewajibkan rumahsakit melakukan pengobatan... dg sanksi berat bila ada laporan mempersulit pemegang kartu BPJS...

***
GIMANA GAK HUTANG BANYAK SI BPJS KALO GITU CARANYA????? Gak cuma satu dua org tapi JUTAAN orang spt itu bu guru..... giliran udah sehat... itu kartu DICAMPAKKAN LAGI....

Jadi Jokowi memang sangat berat... siapapun gak akan sanggup, sekalipun orang yg punya jutaan umat dan gulungan sorban setinggi gunung....

Sumber : Status Facebook Djati Erna Sahara

Thursday, September 5, 2019 - 10:45
Kategori Rubrik: