Bosan Berkiblat ke China dan AS

Oleh : Muhanto Hatta

Beberapa pengusaha China yang punya bisnis di Indonesia pernah bilang kepada saya “ Sulit sekali negosiasi dengan Jokowi.” katanya. Mengapa ? Jokowi tidak pernah menerima proposal kami untuk menjadikan indonesia bagian dari program OBOR ( One belt one road ). Kamu kan tahu ,program OBOR tanpa indonesia terlibat itu sama saja sayur tanpa garam. Pejabat china tidak punya peluang untuk loby dengan pejabat kementrian maupun DPR. Karena pada akhirnya berujung kepada seorang Jokowi. Sementara Jokowi tidak pernah bersikap tegas. Antara setuju dan tidak setuju sama tida jelasnya. Capek. Lebih tiga tahun tanpa hasil. Bukan hanya China, tetapi AS juga dibuat bingung oleh Jokowi. Kata teman saya.

Dalam pertemuan APEC di Beijing Jokowi dengan tegas akan memberikan ruang ALKI kepada AS. Dengan demikian tidak berdesakan dengan China di Malaka. Untuk itu Jokowi akan membangun pelabuhan check point di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Sulawesi. Waktu itu baik China dan AS setuju untuk mengakhiri konplik laut china selatan. Atas kesepakatan itu China merasa aman dengan program OBOR untuk menghubungkan China ASEAN. Pembangunan kereta logistik digelar dari Guangxie melalui Vietnam, Thailand, Malaysia Singapore dan rencana dengan jembatan laut Malaka akan terhubung dengan Indonesia ( Dumai ). Saat sekarang jalur kereta sudah sampai di Malaysia. Dan sedang membangun tunel ke Singapore.

Sementara AS sedang memperkuat investasi explorasi gas di blok santa fee dan marsela ( laut arapuru- Maluku ) dan Mahakam, kalimantan timur. Tetapi dalam perjalanannya Jokowi tidak pernah komit dengan kesepakatan APEC itu. Beberapa kementrian yang terlibat dengan kebijakan pelayaran utama ( selat Malaka ) dan Alur Laut Kepulauaan Indonesia (ALKI) melalui Lombok, Kalimantan, dan Sulawesi juga bingung menterjemahkan kebijakan Jokowi. Karena tidak ada arahan yang jelas. Jokowi tidak menanggapi proposal jembatan Selat Malaka yang menghubungkan Dumai dengan Malaka. Program Toll laut Jokowi bukannya mendukung OBOR malah bersaing dengan OBOR. China pusing.

Bagaimana dengan AS? Blok Mahakam di take over oleh Pertamina awal tahun ini dan Blok marsela di bangun di darat dan sekarang justru Jokowi akan membangun pangkalan militer di Kepulauan Arapuru. AS tambah pusing. “ Bagaimana mau kerjasama kalau tidak ada yang komit. Jokowi seenaknya mengabaikan komitment yang dibuatnya.” Kata teman konsultan Geostrategis kepada saya. Makanya ditengah kelelahan itu, China dan AS berusaha melobi elite politik dari kubu BOSAN. PS dan elite partai koalisi nya sengaja diundang dalam acara ulang tahun kemerdekaan CHina. itu sebagai sinyal bahwa China mulai bermain politik dua kaki demi proyek OBOR di Indonesia. Ketua umum PAN yang juga ketua MPR diundang ke Beijing, dan mendapat jaminan China akan mendapat karpet merah bila datang ke Indonesia.

Saya katakan kepada teman bahwa OBOR tidak akan dapat peluang menyentuh Malaka sebelum Sumatera terkoneksi dengan toll laut maupun toll darat. Jokowi tidak mau mengorbankan Geostrategisnya untuk kepentingan asing. Janji china akan menggelontorkan dana USD 30 miliar untuk jalan toll Sumatera dan toll laut , nyatanya hanya 10% saja cair. Mau komit gimana? Amerika juga sama, engga ada niat baik menyelesaikan masalah freeport dengan mulus. Mau komit gimana ? Saya rasa ini hanya pertimbangan fairly. Kalau mau bersinergi , China dan AS harus tunjukan itikad baik. Selagi Jokowi sebagai presiden, ada atau tidak ada china. Ada atau tidak AS. Pembangunan jalan terus sesuai agenda. Agenda Jokowi untuk Indonesia. Kata saya.

“ jadi apa usul kamu ? Kata teman sambil mengerutkan kening. Menurut saya, china selesaikan aja komitment membiayai jalan toll Sumatera dan toll laut, dalam kuridor B2B. Kemudian AS gunakan Jepang dan Eropa bangun koneksitas Kalimatan dan Sulawesi. Selesaikan freeport. Nah kalau itu semua udah selesai, Jokowi akan komit. Mengapa ? Karena kalau infrastruktur terbangun, Indonesia juga siap bersaing atas program OBOR dan grand PAcific nya Amerika. Kan engga mungkin Indonesia hanya jadi penonton.”

“ Wah saya yakin Jokowi akan gagal Pilpres 2019. Terlalu banyak musuh. Apalagi proxy China dan AS ada disemua Partai. “ kata teman. Saya hanya tersenyum. “ *Negeri kami Merdeka berkat Rahmat Tuhan. Engga ada yang kami takuti dengan asing apalagi proxy sapi. Karena yang menjaga kami adalah Tuhan. Apakah ada yang lebih hebat dari Tuhan. Camkan itu'...*

#JokowiIndonesiaMaju
#JokowiLagi

 

Sumber : facebook Muhanto Hatta

Monday, October 1, 2018 - 15:00
Kategori Rubrik: