Bos Ongkang-Ongkang Kaki, JJS Keluar Negeri, Pabrik Tutup, Buruh Gigit Jari

ilustrasi

Oleh  Sunu Setionugroho

Ada pabrik garmen klien saya bertahun-tahun adem ayem. Pemiliknya tertib, hubungan dengan pekerja yg 200an orang juga baik. Hak hak pekerja dipenuhi bahkan di luar ketentuan normatifpun diberikan. Para pekerja senang dan nyaman. Eh kemudian kemasukan satu pekerja, awalnya nggak ada masalah, tapi kemudian bikin ulah, lalu memprovokasi dengan tuntutan berlebihan.... diperingatkan malah ngelawan.... pekerja lain mulai ikut ikutan.... situasi semakin lama tidak kondusif, seringkali mogok, dan ikut demo buruh dengan tinggalkan pabrik...

Pelaku Usaha gregetan, disiapkan penyelamatan usahanya. Terjadilah PHK besar besaran dengan dipenuhinya seluruh pesangon sesuai aturan.

Pabrik tutup 3 bulan, pelaku usaha cari duit lagi dan dapat....duit dibelikan mesin-mesin untuk menggantikan para pekerja, dia hanya butuh pekerja 10 orang dengan skill mumpuni menjalankan proses produksi dengan bayaran mahal....

Pabrik jalan lagi, jauh lebih ayem... malah usaha berkembang pesat hanya dengan segelintir pekerja....pinjaman dalam 5 tahun selesai....

Ongkang ongkang...

Cerita seperti di atas, akan semakin banyak terjadi di masa depan. Bikin usaha dengan SEDIKIT KARYAWAN dan BANYAK MESIN.

Hubungannya ke kita apa?

Jelas : bikinlah anak yang jumlahnya SESUAI KEMAMPUANMU MENDIDIK, MENGASUH, MENYEKOLAHKAN dengan baik & memodalinya dengan banyak skill dan karakter yang tangguh.

Anak manusia MODERN DI MASA DEPAN, nggak cuma butuh dikasih makan gorengan dan kecap...! Lalu diajari menyalahkan pihak lain atas nasib jebloknya.

Ingatkan anak-anak kita : saingan mereka kelak adalah ROBOT. Bekerja cepat, presisi, bisa tanpa henti, nggak perlu digaji, nggak bakal demo.

Sumber : Status Facebook Sunu Setionugroho

Wednesday, October 14, 2020 - 09:00
Kategori Rubrik: