Boneka Pada Seutas Tali

ilustrasi

Oleh : Eddy Pranajaya

Kebanyakan manusia pada hakikatnya tak lebih daripada boneka.

Seseorang meletakkan tangannya pada pokok tali untuk mengatur agar tali tidak kusut atau bertautan satu dengan lainnya, untuk menarik dan mengulurkan tali sekehendak hatinya, untuk menentukan kapan berhenti atau terus bergerak sesuai kemauannya.

Apabila boneka masih melekat pada talinya maka untuk selamanya akan terus menjadi boneka, dimana pergerakan hidupnya hanya sebatas keinginan sang dalang yang memainkan benangnya.

Dan apabila boneka itu terlepas dari talinya, tetap saja akan terus menjadi seonggok kain tanpa daya. ( karena boneka tidak memiliki jiwa ).

Manusia yang terikat pada dogma tak ubahnya dengan boneka yang terikat pada seuras tali yang dipegang dan dikendalikan oleh seorang dalang.

Selama tali dogma masih mengikat jiwanya, sampai kapan pun orang tersebut akan tetap menjadi boneka yang sama sekali tidak memiliki kemerdekaan jiwa.

Hidupnya cuma diwarnai rutinitas dan kewajiban yang harus dijalankannya tanpa memiliki keberanian untuk menentang rutinitasnya, walaupun sebenarnya dia mengerti bahwa rutinitas yang dilakukannya tidak membuahkan kemajuan bagi pertumbuhan jiwanya.

Dogma telah membangun ketakutan yang sangat dalam bagi jiwanya, ancaman hukuman-hukuman mengerikan, walaupun diluar akal sehat, tetap dipercayainya sebagai sebuah kebenaran yang harus dia lakukan selama hidupnya.

Bagaimana seseorang dapat lepas dari ikatan dogma sehingga tidak lagi dikendalikan oleh orang lain ???

Siapa yang bisa membantumu terlepas dari ikatan dogma yang telah menjerat jiwamu seumur hidup ???

Agar tidak dikendalikan oleh orang lain, seseorang harus bertindak sesuai sifat dasarnya sendiri, tidak terbuai oleh keadaan eksternal tapi lebih belajar melihat yang internal.

Mengedepankan akal sehat dan menjadi diri sendiri adalah cara untuk melepaskan diri dari ikatan dogma yang memenjarakan jiwa.

Berani melewati jalan sempit yang tidak banyak dilalui oleh orang banyak memerlukan keberanian ekstra dan penuh tantangan, hujatan, cibiran; tapi hanya jalan sempit itulah yang akan membawa manusia kedalam kesadaran yang memerdekakan jiwanya.

Tidak ada seorang pun yang dapat membantumu terlepas dari ikatan tali dogma yang telah menjerat jiwamu, kecuali dirimu dan kesadaranmu sendiri.

* Rutinitas lahir dari Eksternal.
* Kesadaran lahir dari Internal.
* Rutinitas bukanlah Kesadaran.
* Kesadaran tidak dibatasi ruang & waktu.

Sumber : Status facebook Eddy Pranajaya

Tuesday, October 22, 2019 - 10:30
Kategori Rubrik: